Breaking News:

22 Orang Meninggal akibat Cuaca Panas di Jepang Selama Setahun Terakhir

Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepang meminta perhatian menjelang musim panas mendatang.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Pekerja lapangan di bawah terik matahari yang bisa mencapai 45 derajat Celcius di saat musim panas di Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Terhitung selama satu tahun sejak 1 April 2020 sampai dengan 1 April 2021,sebanyak 22 warga Jepang meninggal dunia akibat cuaca panas yang estrem.

Sementara itu 937 orang terpaksa dirawat di rumah sakit atau mengambil cuti kerja 4 hari atau lebih.

Menurut ringkasan Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan, jumlah total orang yang meninggal akibat serangan panas selama bekerja tahun lalu dan yang mengambil cuti selama empat hari atau lebih adalah 959, meningkat 16 persen dari tahun sebelumnya.

Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepang meminta perhatian menjelang musim panas mendatang.

Menurut Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan, 22 orang (-3 orang) meninggal akibat serangan panas selama bekerja tahun lalu, dan 937 orang (+133 orang) mengambil cuti selama 4 hari atau lebih, dengan total 959 orang.

Jumlah orang meningkat 130, atau 16 persen dari tahun sebelumnya.

Baca juga: Target Pengembangan Panas Bumi 9.300 MW Mundur Jadi 2035

Berdasarkan industri, di sektor industri konstruksi memiliki jumlah terbesar dengan 215, disusul industri manufaktur 199 dan industri pengangkutan 137.

Berdasarkan waktu per bulan, maka "Agustus" adalah 651 dan "Juli" adalah 115, terhitung sekitar 80 persen dalam dua bulan.

Selain itu, diperkirakan sekitar 20 persen dari semua kasus menderita serangan panas saat bekerja di dalam ruangan.

"Perusahaan diharuskan mengelola waktu istirahat dan hidrasi tanpa menyerahkannya kepada karyawan."

Sementara itu upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang nantinya. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved