Breaking News:

Israel Serang Jalur Gaza

Antony Blinken: AS Terima Informasi Lebih Lanjut dari Israel tentang Pemboman Menara Media di Gaza

Blinken mengatakan Washington telah menerima informasi lebih lanjut mengenai pemboman Israel atas menara yang menampung media internasional di Gaza.

Frederic J. BROWN / POOL / AFP
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken berpidato di depan media setelah pembicaraan tertutup pagi hari antara Amerika Serikat dan China setelah pertemuan dua hari mereka di Anchorage, Alaska pada 19 Maret 2021. 

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mengatakan Washington telah menerima informasi lebih lanjut mengenai pemboman Israel atas menara yang menampung media internasional di Gaza.

Dilansir Al Jazeera, Blinken mengakui bahwa AS memang mencari informasi lebih lanjut terkait pernyataan Israel yang menyebut Hamas beroperasi di menara tersebut.

"Menurut pemahaman saya, kami telah menerima beberapa informasi lebih lanjut melalui saluran intelijen, dan itu bukan sesuatu yang dapat saya komentari," kata Blinken pada pertemuan bersama dengan Menteri Luar Negeri Islandia di Reykjavik, Selasa (18/5/2021).

Dia menolak memberikan rincian lebih lanjut.

Baca juga: Hidayat Nur Wahid Sesalkan Adanya Kelompok dan Individu Nusantara yang Dukung Israel Jajah Palestina

Baca juga: POPULER Internasional: Israel Serang Lab Covid di Gaza | Legislator AS Pertanyakan Penjualan Senjata

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken berpidato di depan media setelah pembicaraan tertutup pagi hari antara Amerika Serikat dan China setelah pertemuan dua hari mereka di Anchorage, Alaska pada 19 Maret 2021.
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken berpidato di depan media setelah pembicaraan tertutup pagi hari antara Amerika Serikat dan China setelah pertemuan dua hari mereka di Anchorage, Alaska pada 19 Maret 2021. (Frederic J. BROWN / POOL / AFP)

Pada Sabtu (15/5/2021), Israel menghancurkan blok menara 11 lantai di Gaza yang menampung kantor Al Jazeera, AP dan organisasi media lainnya.

Tentara Israel memberikan peringatan telepon kepada pemilik menara al-Jalaa, yang juga menampung apartemen hunian bahwa hanya ada waktu satu jam untuk mengevakuasi gedung sebelum jet tempurnya membomnya.

Israel mengklaim gedung itu "berisi aset militer milik kantor intelijen organisasi teror Hamas".

Editor utama AP, Sally Buzbee, pada Minggu (16/5/2021) mengatakan mereka belum melihat bukti dari pejabat Israel untuk membenarkan pemboman itu dan menambahkan bahwa organisasinya menginginkan penyelidikan independen atas serangan itu.

Ron Dermer, mantan Duta Besar Israel untuk Washington dan sekarang penasihat Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, mengatakan kepada CNN bahwa bukti telah diberikan ke Washington.

“Bukti telah diberikan, seperti yang saya pahami, kepada pejabat intelijen AS," katanya.

Halaman
12
Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Tiara Shelavie
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved