Breaking News:

Penanganan Covid

Vaksin AstraZeneca Milik Jepang akan Disumbangkan ke Taiwan

Taiwan sedang berjuang untuk mendapatkan vaksin dan berselisih dengan China, dan ingin bersaing dengan China dengan menyediakan vaksin dari Jepang.

JOEL SAGET / AFP
Ilustrasi vaksin Covid-19 dari Universitas Oxford dan AstraZeneca, diambil pada 23 November 2020. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pemerintah Jepang telah menyetujui penggunaan Vaksin AstraZeneca sejak 21 Mei 2021, namun hingga saat ini vaksin tersebut belum dipakai untuk umum.

Kini ada pemikiran Vaksin AstraZeneca akan disumbangkan ke Taiwan.

"Sebagian dari pengadaan vaksin untuk infeksi virus corona yang dikembangkan oleh AstraZeneca, sebuah perusahaan farmasi besar Inggris, akan dikirimkan ke Taiwan," ungkap sumber Tribunnews.com, Jumat (28/5/2021).

Taiwan sedang berjuang untuk mendapatkan vaksin dan berselisih dengan China, dan ingin bersaing dengan China dengan menyediakan vaksin dari Jepang.

Taiwan telah menandatangani kontrak pasokan dengan AstraZeneca dan Moderna dari Amerika Serikat, tetapi vaksinasi belum berkembang karena kekurangan pasokan vaksin, dan infeksi telah menyebar dengan cepat.

Taiwan juga sedang dalam pembicaraan dengan BioNTech Co., Ltd. Jerman, yang dikembangkan bersama dengan Pfizer-BioN.

Pemerintah Jepang telah menandatangani kontrak pasokan sebanyak 120 juta dengan AstraZeneca.

Baca juga: Sempat Diduga Picu Kematian, BPOM: Vaksin Astrazeneca Batch CTMAV547 Bisa Digunakan

Dengan persetujuan regulasi pada tanggal 21 Mei, perusahaan berencana untuk memproduksi 90 juta dosis di dalam negeri Jepang.

Trombosis telah dilaporkan sebagai reaksi samping yang jarang terjadi di Eropa, sehingga penggunaannya di Jepang belum ditentukan.

Pemerintah Jepang sedang menjajaki penggunaannya di dalam dan luar negeri, dan telah mulai mempelajari metode khusus untuk menyediakannya ke Taiwan.

Kontrak pasokan dengan AstraZeneca menyertakan konten yang akan diambil alih oleh pemerintah Jepang untuk kompensasi kerusakan kesehatan setelah vaksinasi, tanggung jawab untuk menyediakannya ke Taiwan menjadi suatu masalah.

Pemerintah Jepang juga sedang mempertimbangkan penyediaan vaksin AstraZeneca ke negara-negara kepulauan Pasifik melalui Kantor Wilayah Pasifik Barat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang membawahi 37 negara/wilayah.

"Dikombinasikan dengan kerangka kerja internasional "COVAX" yang disediakan untuk negara-negara berkembang di seluruh dunia, kami akan segera melakukan penyesuaian pada tiga rute," tambahnya.

Sementara itu upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved