Selebrasi Lokal
Piala Dunia 2026: Ketika Anthem Dicemooh, Gol Dirayakan: Emosi Campur Aduk Suporter Iran di LA
Anthem Iran dicemooh di Los Angeles, tapi setiap gol Tim Melli disambut sorakan menyatu yang menembus perbedaan di tribun.
Ringkasan Berita:
- Piala Dunia di Los Angeles diwarnai dinamika emosional yang tajam sejak awal pertandingan Iran vs Selandia Baru.
- Lagu kebangsaan Iran disambut cemoohan sebagian penonton, namun atmosfer berubah drastis ketika gol tercipta dan ribuan suporter langsung bersorak serempak.
- Kontras antara penolakan saat anthem dan euforia saat gol menciptakan dilema emosional yang memperlihatkan betapa sepak bola tetap menjadi ruang identitas yang kompleks namun menyatukan sesaat.
TRIBUNNEWS.COM - Di atas kertas, ini adalah pertandingan sepak bola.
Namun di Los Angeles, Amerika Serikat, laga Tim Nasional Iran vs Selandia Baru dalam ajang Piala Dunia 2026 berubah menjadi panggung emosi yang saling bertabrakan sejak menit awal hingga akhir pertandingan.
Pertandingan di SoFi Stadium itu berakhir imbang 2-2 dalam duel ketat yang diwarnai tempo tinggi, empat gol, serta atmosfer emosional di dalam dan luar stadion.
Timnas Iran dalam partisipasinya di Piala Dunia 2026 Amerika Serikat mendapatkan banyak atensi. Khususnya karena situasi geopolitik yang melibatkan kedua negara.
Sebelumnya, Arnan Binafsihi (Wakil Ketua Umum Oranje Indonesia) dan Adrian (Speiltag Indonesia) turut menyoroti polemik di Piala Dunia 2026.
Menurut Adrian, banyak drama yang terjadi di Piala Dunia 2026. Selain visa dan tiket mahal, adapula situasi gopolitik Iran dan Amerika Serikat.
"Cuma memang kondisi AS yang banyak perubahan aturan, terutama imigrasi (visa) yang beberapa negara diblacklist," kata Adrian dalam podcast Super Taktik di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
"Ditambah tiket pertandingan sangat mahal melebisi edisi sebelumnya di Qatar."
"Ya, ini cukup kontroversial, ditambah hubungannya dengan Iran dengan AS yang belum membaik," jelas Adrian.
Selandia Baru Unggul Cepat, Iran Langsung Merespons
Selandia Baru membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-7 melalui Elijah Just yang memanfaatkan serangan cepat di awal laga.
Iran sempat kesulitan mengimbangi tempo permainan, namun perlahan mulai menekan dan menciptakan peluang berbahaya, termasuk tembakan Mehdi Taremi yang membentur tiang gawang pada menit ke-22.
Tekanan Iran akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-32. Ramin Rezaeian menyambar bola liar di dalam kotak penalti untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Baca juga: Profil Mikel Oyarzabal, Striker Spanyol yang Cetak Rekor Unik AFK 30 Menit di Piala Dunia 2026
Saling Balas Gol di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, pertandingan kembali berjalan terbuka dengan kedua tim saling menyerang.
Selandia Baru kembali unggul pada menit ke-55 lewat gol kedua Elijah Just, kali ini setelah kerja sama cepat dengan Chris Wood yang menjadi kreator serangan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Iran-vs-Selandia-Baru.jpg)