Breaking News:

PROFIL Naftali Bennett, Keras Terhadap Palestina, Incar Posisi Benjamin Netanyahu

Tokoh sayap kanan Israel Naftali Bennett yang bergabung dalam koalisi anti Benjamin Netanyahu dikenal keras terhadap Palestina

YONATAN SINDEL / POOL / AFP
Pemimpin partai Yemina Israel, Naftali Bennett, menyampaikan pernyataan politik di Knesset, Parlemen Israel, di Yerusalem, pada 30 Mei 2021. Kelompok garis keras nasionalis Naftali Bennett mengatakan hari ini dia akan bergabung dengan koalisi pemerintahan yang dapat mengakhiri pemerintahan pemimpin terlama di negara itu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. 

TRIBUNNEWS.COM – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu diperkirakan bakal segera berakhir. Tokoh sayap kanan Israel, Naftali Bennett, Minggu (30/5) mengumumkan ia bergabung dalam koalisi anti-Netanyahu .

Bennet diperhitungkan tinggal selangkah lagi menggantikan Benjamin Netanyahu, perdana menteri terlama di negeri zionis itu.

Menanggapi pidato Bennett, seorang pejabat Organisasi Pembebasan Palestina (Palestinian Liberation Organization – PLO) mengatakan, calon pemerintah akan menjadi "ekstrem kanan" dan tidak berbeda dengan pemerintahan yang dipimpin oleh Netanyahu.

Lalu siapa Bennet dan di mana posisinya dalam konflik Israel dengan Palestina?

Bennett adalah mantan pengusaha teknologi multi-jutawan yang terkenal dalam politik dengan retorika sayap kanan, nasionalis religius.

Baca juga: Era Netanyahu Diperkirakan Segera Berakhir, Koalisi Oposisi Segera Terbentuk

Pria berusia 49 tahun, yang telah memberikan dukungan kepada pemilih sayap kanan sepanjang karirnya, memimpin partai Yamina, yang menyerukan Israel untuk mencaplok sebagian lain dari wilayah Tepi Barat yang diduduki.

Seorang politisi hebat yang tidak menghindar dari kontroversi, Bennett sangat liberal dalam bidang ekonomi dan mengambil garis agresif terhadap Iran.

Dia mempunyai ideologi yang sama Netanyahu, dan sempat menjabat di sejumlah tugas di pemerintahan pemimpin Likud. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, Bennett dan Netanyahu menjadi berlawanan.

Ini dibuktikannya Minggu kemarin, yaitu bergabung dengan koalisi pemerintahan yang dapat mengakhiri pemerintahan 12 tahun Netanyahu.

Dia setuju untuk bergabung dengan Yair Lapid sentris dalam koalisi untuk mencopot perdana menteri.

Baca juga: Israel dan Mesir Bahas Gencatan Senjata Permanen di Gaza

Halaman
123
Editor: hasanah samhudi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved