Breaking News:

Virus Corona

Varian Delta Ditemukan Di Guangzhou, Lockdown Lokal Diberlakukan, Polisi Tangkap yang Melanggar

Varian Delta di China pada 21 Mei lalu yang ditemukan di Guangzhou. Hingga 8 Juni 2021, totalnya mencapai 115 kasus.

freepik.com
Ilustrasi Covid-19. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, GUANGZHOU - Polisi di Guangzhou menahan orang-orang yang melanggar Undang-undang (UU) Pencegahan virus corona (Covid-19).

Sebab, kota di wilayah China selatan itu sedang menangani wabah varian Delta, yang kali pertama diidentifikasi di India.

Pihak berwenang di kota berpenduduk lebih dari 15 juta orang itu telah bergerak cepat untuk memperkenalkan sistem pengujian massal dan menerapkan sistem penguncian (lockdown) area lokal.

Ini dilakukan sejak mereka mendeteksi kasus lokal pertama varian Delta di China pada 21 Mei lalu yang ditemukan di Guangzhou.

Sejak saat itu, Guangzhou memiliki total 115 kasus hingga 8 Juni 2021.

Baca juga: Varian Delta Ditemukan Pada Kasus Baru Covid-19 di Victoria Australia

Angka ini merupakan kasus varian Delta terbanyak dari seluruh provinsi Guangdong yang juga mencakup pusat teknologi Shenzhen.

Dikutip dari laman CNBC, Rabu (9/6/2021), kasus ini awalnya dimulai dari seorang perempuan lanjut usia (lansia) berusia 75 tahun yang mengunjungi sebuah restoran.

Pemerintah setempat pun langsung mengambil langkah cepat karena varian Delta merupakan varian yang harus 'menjadi perhatian' lantaran dianggap sangat menular.

Setelah virus corona kali pertama muncul di Wuhan pada 2019, China secara luas mengklaim telah berhasil mengendalikannya.

Halaman
123
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved