Breaking News:

Hiromichi Mizuno Menengahi Kasus Pemerintah Jepang dan Toshiba?

Hiromichi Mizuno diduga sebagai orang yang membuat pemegang saham Toshiba Dana Abadi Universitas Harvard tidak bersuara saat rapat umum pemegang saham

Foto Nikkei
Hiromichi Mizuno, eksekutif keuangan yang menjabat sebagai Chief Investment Officer dari Dana Investasi Pensiun Pemerintah Jepang (GPIF), pemilik aset terbesar di dunia, dari Januari 2015 hingga Maret 2020. Saat ini ia adalah Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Keuangan Inovatif dan Investasi Berkelanjutan. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Hiromichi Mizuno diduga sebagai orang yang membuat pemegang saham Toshiba, Dana Abadi Universitas Harvard tidak bersuara saat rapat umum pemegang saham Juli 2020.

Hiromichi Mizuno adalah eksekutif keuangan yang menjabat sebagai Chief Investment Officer dari Dana Investasi Pensiun Pemerintah Jepang (GPIF), penasihat khususnya Kementerian Ekonomi Industri dan Perdagangan Jepang (METI).

"Saya ingin menunggu tanggapan Toshiba terlebih dahulu karena ini terkait dengan tata kelola Toshiba (corporate governance). Benar memang Mizuno penasihat METI saat itu," papar Menteri Ekonomi Perdagangan dan Industri Jepang (METI), Hiroshi Kajiwara, Jumat (11/6/2021).

Tahun 2020, sebagai bagian dari tanggapan METI, penasihat khusus Hiromichi Mizuno mendekati dana abadi Universitas Harvard untuk memperingatkan bahwa pemungutan suara dapat tunduk pada penyelidikan peraturan.

Kemudian Harvard sebagai pemegang saham Toshiba, abstain dari pemungutan suara.

Baca juga: Kasus Bunuh Diri di Jepang Meningkat, Pendeta Budha Sebut Salah Satu Pemicunya karena Stres

Mizuno, yang menggambarkan dirinya sebagai teman pengusaha teknologi Elon Musk dan menjabat di dewan Tesla Inc., mengawasi Dana Investasi Pensiun Pemerintah (GPIF) Jepang senilai 1,4 triliun dolar AS sebelum menjadi penasihat METI.

Pada bulan Desember, ia ditunjuk sebagai Utusan Khusus PBB untuk Keuangan Inovatif dan Investasi Berkelanjutan. Mizuno tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Saham Toshiba turun 1,8 persen di awal perdagangan, sementara indeks Nikkei 225 sebagian besar datar.

Kazutaka Yoshizumi dari SMBC Nikko Securities mengatakan dalam sebuah laporan bahwa "situasinya sedang berubah."

"Meskipun penyelidikan mengungkap masalah dengan tata kelola Toshiba, kami tidak dapat mengatakan dengan pasti bahwa hasilnya benar-benar negatif, karena dapat menyebabkan perubahan," tambahnya.

Harga saham Toshiba masih naik lebih dari 60 persen sejak awal tahun menyusul laporan bahwa berbagai dana investasi sedang mempertimbangkan pengambilalihan perusahaan, serta kembalinya Toshiba ke bagian pertama Bursa Efek Tokyo.

Kasus campur tangan pemerintah Jepang ke dalam RUPS Toshiba Juli tahun lalu sempat ditanyakan langsung ke PM Jepang Yoshihide Suga kemarin sebelum berangkat ke Inggris.

"Saya tak tahu sama sekali mengenal hal tersebut," kata Yoshihide Suga kepada pers, Kamis (10/6/2021).

Sementara itu beasiswa dan upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved