Jumat, 1 Mei 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Israel Langgar Gencatan Senjata, Tembak Mati 6 Warga Palestina di Gaza

Israel melanggar gencata senjata Gaza dengan menembak mati setidaknya 6 warga Palestina di lingkungan Shujaiya, dekat Kota Gaza.

Tayang:
Editor: Nuryanti
Facebook IDF
ILUSTRASI TENTARA ISRAEL - Foto diambil dari Facebook IDF, Selasa (14/10/2025), memperlihatkan tentara Israel sedang menembak target, dalam unggahan pada 31 Agustus 2025. Pada 14 Oktober 2025, Israel melanggar gencata senjata Gaza dengan menembak mati setidaknya 6 warga Palestina di lingkungan Shujaiya, dekat Kota Gaza. 

Ringkasan Berita:

TRIBUNNEWS.COM - Militer Israel menembak mati enam warga Palestina ketika mereka memeriksa rumah mereka di Shujaiya, timur Kota Gaza, Selasa (14/10/2025).

Penembakan itu melanggar kesepakatan gencatan senjata dengan kelompok Palestina, Gerakan Perlawanan Islam (Hamas), yang berlaku sejak 10 Oktober 2025 lalu.

WAFA melaporkan bahwa Israel menggunakan pesawat tak berawak dalam penembakan itu.

Militer Israel mengatakan pasukannya melepaskan tembakan setelah beberapa warga Palestina mendekat garis kuning yang menjadi batas penarikan pasukan Israel sebagai bagian dari gencatan senjata tahap pertama berdasarkan proposal Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Al Jazeera melaporkan bahwa penembakan oleh pesawat tak berawak Israel juga terjadi di Khan Younis dan mengakibatkan korban jiwa.

Penembakan yang terjadi di tengah gencatan senjata itu menunjukkan kesepakatan yang rapuh.

Setelah gencatan senjata dimulai, Israel menarik militernya dari berbagai wilayah di Jalur Gaza hingga batas tertentu dan belum menarik pasukan sepenuhnya.

Pejabat PBB Kutuk Serangan Israel di Tengah Gencatan Senjata

Pelapor khusus PBB untuk wilayah Palestina yang diduduki, Francesca Albanese, mengutuk pembunuhan berkelanjutan oleh Israel terhadap warga Palestina setelah perjanjian gencatan senjata.

“Sekali lagi: Gencatan senjata menurut Israel = 'kamu berhenti, aku tembak.' Menyebutnya 'damai' merupakan penghinaan sekaligus pengalihan perhatian,” tulis Albanese di X.

Francesca Albanese menyerukan keadilan, sanksi, divestasi, boikot hingga pendudukan, apartheid, dan genosida berakhir dan setiap kejahatan dipertanggungjawabkan.

Baca juga: Trump Tak Yakin Masuk Surga Gara-gara Gencatan Senjata Israel-Hamas

Meski serangan Israel berlanjut, Presiden AS Trump mengatakan kesepakatan gencatan senjata akan membawa "perdamaian abadi" di Timur Tengah.

Trump mengunjungi Israel untuk berpidato di Knesset (parlemen Israel) dan menghadiri pertemuan dengan para pemimpin negara Arab dan Muslim di Mesir pada Senin (13/10/2025).

Para pemimpin tersebut membuat pernyataan bersama dan dukungan terhadap kesepakatan gencatan senjata di Gaza, lapor Al Arabiya.

Pada hari yang sama, Israel membebaskan 250 orang Palestina yang dijatuhi hukuman panjang dan 1.700 warga Gaza yang ditahan sejak 7 Oktober 2023, sementara Hamas membebaskan 20 sandera yang masih hidup dan empat jenazah sandera, menyisakan 24 jenazah sandera yang belum diserahkan.

Warga Palestina yang dibebaskan pada Senin mengungkapkan mereka dipukuli dan dihina selama penahanan mereka, sementara lebih dari 10.000 orang Palestina masih mendekam di penjara Israel secara ilegal.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved