Breaking News:

Model Rambut Two-Blocks Dihapuskan dari Peraturan Sekolah SMA Jepang

Model rambut two-blocks yang menipiskan rambut di bagian atas telinga kanan kiri telah dihapus dari peraturan sekolah menengah di Jepang oleh dewan

Richard Susilo
Model Rambut Two-Blocks yang menipiskan rambut di kanan kiri bagian atas telinga 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Model rambut two-blocks yang menipiskan rambut di bagian atas telinga kanan kiri telah dihapus dari peraturan sekolah menengah di Jepang oleh dewan pendidikan prefektur Jepang.

Namun enam sekolah khususnya di prefektur Mie masih  memiliki peraturan rambut pendek untuk siswa two-blocks meskipun peraturan sekolah sudah mencabut aturan tersebut.

Sebagian memang telah menghapuskan aturan model rambut tersebut di Prefektur Mie   mulai tahun 2021.

Dewan Pendidikan Prefektur Mie sejauh ini telah meminta sekolah menengah prefektur untuk meninjau aturan dan pedoman sekolah yang tidak rasional dengan mempertimbangkan hak asasi siswa dan sesuai dengan kondisi sosial.

Dalam keadaan ini, apa yang disebut pernyataan  gaya rambut "dua blok" telah dihapus dari semua peraturan sekolah menengah prefektur mulai tahun ini.

Tetapi enam sekolah terus menginstruksikan siswa menggunakan model rambut  "dua blok" untuk memotong pendek rambut mereka pendek di atas telinga.

Dikatakan bahwa enam sekolah itu menginstruksikan mereka demikian supaya kelihatan rapi dan kalau melakukan lamaran pekerjaan nantinya terlibat baik. Tapi kalau bebas diperkirakan akan kesulitan dapat pekerjaan nantinya. Itulah alasan enam sekolah menengah yang masih memberlakukan aturan model rambut two-blocks.

Divisi Bimbingan Siswa dari Dewan Pendidikan Prefektur Mie mengatakan, "Kami hanya mengubah peraturan sekolah dan menyampaikan kepada semua sekolah agar dilaksanakan.  Kami ingin menjelaskannya dengan hati-hati kepada sekolah dan berkomunikasi dengan baik."

Yuko Motoe, Wakil Sekretaris Jenderal Institut Hak Asasi Manusia Anti-Diskriminasi, yang menangani masalah hak asasi siswa, mengatakan, "Bahkan jika peraturan sekolah tidak disebutkan, itu tidak ada artinya kecuali operasi sekolah berubah. Saya ingin Anda memberi bimbingan berdasarkan tujuan Anda."

Yoshisada Kihira, pengawas dewan pendidikan prefektur, berkata, "Saya minta maaf untuk siswa terbeut yang masih diperlakukan aturan two blocks. Bimbingan lanjutan untuk memperpendek rambut di beberapa sekolah menengah prefektur di prefektur Mie perlu diperhatikan lebih lanjut."

Mengenai hal ini, pengawas pendidikan dewan pendidikan prefektur, Kihira, mengatakan pada konferensi pers Kamis (24/6/2021), "Karena itu mungkin  tidak banyak diketahui   oleh sekolah, maka perlu diperluas informasi ini lebih lanjut.  Dan  bimbingan konvensional berlanjut di beberapa sekolah."

Setelah itu, ia meminta maaf dengan mengatakan, "Saya minta maaf untuk siswa yang masih diperlakukan demikian dengan konten konvensional saat meninjau peraturan sekolah,. Waktunya untuk men sosialisasikan lebih lanjut supaya bisa menghargai hak asasi manusia masing-masing."

Sementara itu Beasiswa (ke Jepang) dan upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif dengan melalui zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang nantinya. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved