Breaking News:

Dua Mantan Tentara AS yang Membantu Pelarian Mantan Chairman Nissan Jepang Minta Maaf

Ketika datang ke Jepang pada akhir tahun 2019, Ghosn mengatakan dia tidak punya niat untuk melarikan diri dalam latihan.

Foto NHK
Michael Taylor dan putranya, Peter Taylor mantan Green Barret AS, membantu pelarian mantan Chairman Nissan Jepang Carlos Ghosn dan mendapat bayaran sedikitnya 180 juta dolar AS. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Michael L Taylor dan putranya, Peter Taylor menyampaikan permintaan maaf kepada pihak kejaksaan atas perbuatannya membantu pelarian mantan Chairman Nissan Jepang Carlos Ghosn dari Jepang ke Lebanon menggunakan private jet pada 29 Desember 2019.

Michael L Taylor dan putranya, Peter Taylor adalah mantan tentara beret hijau AS yang telah ditahan otoritas Jepang sejak Maret 2021 atas kasus tersebut.

"Saya sangat menyesal dan meminta maaf," kata Michael dalam sebuah pernyataan yang diajukan oleh terdakwa, Selasa (29/6/2021) di Pengadilan Tokyo.

Kemudian Michael berdiri dan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada jaksa.

"Ghosn adalah sepupu kerabat saya, dan kerabatnya dengan tegas meminta saya untuk membantu," jelas Michael.

Baca juga: Keluarga Taylor Merasa Dibodohi Istri Carlos Ghosn, Mantan Chairman Nissan Jepang

Ketika Ghosn datang ke Jepang pada akhir tahun 2019, menurut Michael bahwa Ghosn mengatakan dia tidak punya niat untuk melarikan diri dalam latihan.

"Ketika Ghosn tiba di Osaka dan melihat kotak itu, Ghosn memutuskan bahwa dia akan pergi malam ini. Drama pelarian mendadak," jelas Michael.

Ternyata mereka mendapat uang dari mantan Chairman Nissan Jepang Carlos Ghosn sedikitnya 190 juta dolar AS.

Mantan Chairman Nissan Jepang Carlos Ghosn (65) di depan Pengadilan Negeri Tokyo, Kamis (23/5/2019).
Mantan Chairman Nissan Jepang Carlos Ghosn (65) di depan Pengadilan Negeri Tokyo, Kamis (23/5/2019). (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

"Dua kali transaksi telah terlihat di akun Bank of America milik Carlos Ghosn Bichara dengan transaksi masing-masing sekitar 91 juta USD," papar sumber Tribunnews.com, Sabtu (6/3/2021).

AS mengizinkan ekstradisi mereka karena menyembunyikan Ghosn di dalam kotak hitam besar untuk perkakas band/musik saat dia melarikan dii dari bandara Kansai ke Turki lalu ke Lebanon menggunakan private jet.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang) dan upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved