Iran Vs Amerika Memanas
Perang Belum Berakhir, Israel Rencanakan Serangan Baru ke Iran
Menteri Pertahanan Israel Yisrael Katz mengatakan Israel sedang merencanakan serangan baru ke Iran, menegaskan bahwa perang belum berakhir.
Ringkasan Berita:
- Menteri Pertahanan Israel Yisrael Katz mengisyaratkan kemungkinan operasi militer baru terhadap Iran dan menegaskan “misi Israel belum berakhir.”
- Ia menyebut Israel dan AS terus berkoordinasi agar Iran tidak lagi dianggap menjadi ancaman kawasan.
- Di sisi lain, Iran menegaskan tidak akan tunduk pada tekanan militer dan siap memberi respons keras jika diserang.
- Meski begitu, Teheran menyatakan tetap membuka jalur diplomasi dan memastikan Selat Hormuz masih aman bagi pelayaran internasional.
TRIBUNNEWS.COM - Menteri Pertahanan Israel, Yisrael Katz, mengisyaratkan kemungkinan operasi militer baru terhadap Iran dalam waktu dekat.
Dalam pidatonya pada upacara pergantian komandan Angkatan Udara Israel, Katz mengatakan bahwa Iran telah mengalami “pukulan sangat berat” selama setahun terakhir yang membuat negara itu mundur bertahun-tahun di berbagai bidang.
"Iran telah menderita pukulan yang sangat berat dalam setahun terakhir, pukulan yang telah membuatnya mundur bertahun-tahun di semua bidang," katanya, Kamis (14/5/2026).
Namun, ia menegaskan bahwa “misi Israel belum berakhir” dan negaranya siap kembali bertindak jika diperlukan untuk memastikan Iran tidak lagi menjadi ancaman bagi Israel maupun kawasan.
Yisrael Katz juga menyebut bahwa Israel, bersama Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump, terus berkoordinasi untuk menyelesaikan tujuan operasi terhadap Iran.
"Presiden AS Trump, berkoordinasi dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, memimpin upaya untuk menyelesaikan tujuan kampanye dengan cara yang akan memastikan bahwa Iran tidak lagi menjadi ancaman bagi keberadaan Israel dan AS serta dunia bebas untuk generasi mendatang," kata Yisrael Katz.
"Kami mendukung upaya tersebut dan memberikan dukungan yang diperlukan, tetapi kami mungkin akan segera diminta untuk bertindak lagi guna memastikan terwujudnya tujuan tersebut," ujarnya.
Beberapa hari lalu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan perang dengan Iran “belum berakhir,” karena AS dan Israel masih berupaya mengakhiri ambisi nuklir Teheran.
“Masih ada material nuklir, uranium yang diperkaya yang harus dikeluarkan dari Iran,” katanya dalam wawancara untuk acara “60 Minutes” di CBS yang ditayangkan Minggu (10/5/2026) malam.
“Masih ada lokasi pengayaan yang harus dibongkar, masih ada kelompok proksi yang didukung Iran, masih ada rudal balistik yang ingin mereka produksi... masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan," katanya.
Ketika didesak tentang bagaimana AS dan Israel akan menyingkirkan material nuklir tersebut, Netanyahu menjawab, “Kalian masuk, dan kalian mengambilnya keluar.”
Baca juga: Iran Ultimatum AS-Israel, Ancam Perkaya Uranium 90 Persen jika Teheran Diserang Lagi
Israel Persiapkan Serangan Baru ke Iran
Di saat yang sama, media Israel melaporkan adanya penyusunan rencana serangan baru serta pengiriman ribuan persenjataan ke Israel.
Pernyataan tersebut memunculkan spekulasi bahwa Israel tengah mempersiapkan kemungkinan eskalasi konflik baru dengan Teheran.
Selain menyinggung Iran, Yisrael Katz juga menegaskan operasi militer Israel terhadap Hezbollah di Lebanon masih terus berlangsung.
Ia mengatakan berbagai infrastruktur yang disebut digunakan untuk aktivitas militer Hezbollah di wilayah perbatasan sedang dihancurkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/NETANY4HU-345345.jpg)