Breaking News:

Fugaku Jepang 3 Tahun Berturut-turut Pertahankan Gelar Sebagai Super Komputer Tercepat di Dunia

Fugaku menempati posisi teratas dalam empat kategori untuk ketiga kalinya berturut-turut, termasuk untuk kecepatan aplikasi.

Foto Nikkei
Supercomputer Fugaku buatan lembaga riset terbesar pemerintah Jepang Riken kerjasama dengan Fujitsu Ltd., kemarin (22/6/2020) terpilih oleh peringkat Top500 sebagai komputer tercepat di dunia. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Superkomputer Jepang Fugaku buatan Fujitsu dan lembaga penelitian Jepang Riken, masih menjadi yang terdepan setelah mempertahankan gelarnya sebagai yang tercepat di dunia berturut-turut dalam tiga tahun terakhir ini.

"Fugaku tetap menjadi nomor 1 di peringkat kecepatan perhitungan superkomputer Top 500, yang diumumkan kemarin," ungkap sumber Tribunnews.com, Selasa (29/6/2021).

Fugaku dikembangkan bersama oleh lembaga penelitian Riken dan pembuat komputer terkemuka Fujitsu Ltd., Fugaku mencapai 442 kuadriliun kalkulasi per detik--kira-kira tiga kali di depan runner-up--superkomputer buatan Amerika Serikat.

Fugaku menempati posisi teratas dalam empat kategori untuk ketiga kalinya berturut-turut, termasuk untuk kecepatan aplikasi yang berjalan di atasnya dan kemampuan analitik data besar.

"Kami ingin terus meningkatkan kemampuannya lebih jauh," ujar Satoshi Matsuoka, Direktur Riken Center for Computational Science (R-CCS), mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Mulai 1 Juli Warga Indonesia yang Tiba di Jepang Wajib Karantina Selama 6 Hari

Juni 2020, Fugaku menjadi superkomputer Jepang pertama dalam sembilan tahun yang menduduki peringkat teratas dalam kecepatan kalkulasi dua kali lebih cepat daripada pendahulunya.

Super komputer ini telah digunakan untuk mempelajari langkah-langkah pencegahan terhadap virus corona bahkan sebelum memasuki operasi skala penuh pada musim semi ini.

Amerika Serikat dan China juga telah merencanakan untuk secara terpisah memasuki kompetisi Top 500 kali ini dengan model-model baru yang memiliki tingkat kinerja beberapa kali lebih tinggi dari Fugaku.

Tetapi mereka gagal melakukannya, kemungkinan karena penundaan pengembangan.

Biaya pengembangan Fugaku sedikitnya mencapai 130 miliar yen untuk meningkatkan terus-menerus kehabatan superkomputer tersebut.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang) dan upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved