Breaking News:

Penanganan Covid

Mulai 1 Juli Warga Indonesia yang Tiba di Jepang Wajib Karantina Selama 6 Hari

Selama karantina ketat 6 hari tersebut, yang bersangkutan akan diperiksa kesehatannya sedikitnya dua kali yakni pada hari ketiga dan hari ke-6.

Richard Susilo
Daerah karantina di bandara Haneda Jepang setelah turun dari pesawat terbang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pemerintah Jepang mengumumkan beberapa negara yang masuk dalam level bahaya 3 termasuk Indonesia terkait dengan varian virus corona berbahaya seperti varian delta (India).

"Aturan baru sejak Senin (28/6/2021) dan akan diterapkan bagi yang tiba di Jepang mulai 1 Juli 2021," ungkap sumber Tribunnews.com, Selasa (29/6/2021).

Mereka yang datang dari negara yang tertunjuk, misalnya dari Indonesia dan India, untuk menunggu selama enam hari di fasilitas yang ditunjuk Pemerintah untuk memperkuat tindakan perbatasan terhadap strain Delta mutan virus corona baru yang berasal dari India.

Pelaksanaannya mulai 1 Juli mendatang.

Untuk Vietnam, Spanyol dan Rusia (seperti Moskow) dan Brasil (Goias), diperlukan waktu tunggu tiga hari. Jika negatif dikonfirmasi, pindah ke rumah karantina mandiri pilihan sendiri.

Pemerintah juga telah memutuskan untuk mengambil tindakan perbatasan yang sangat kuat untuk galur beta Afrika Selatan, galur gamma Brasil, dan galur delta India.

Baca juga: PM Jepang Yoshihide Suga Sidak Bandara Internasional Haneda

"Bagi warga yang ada di Jepang tolong jangan bepergian dulu. Rekomendasi untuk berhenti bepergian ke negara-negara seperti Indonesia, India, Kamboja, Sri Lanka, Thailand, Nepal, Pakistan, Bangladesh, Timor Leste, Filipina, Bhutan, Malaysia, Myanmar, Maladewa, Mongolia, Inggris, Mesir, Uganda, Spanyol, Rusia, Brazil."

Berdasarkan Pasal 5 Ayat 1 Angka 14 Undang-Undang Pengawasan Keimigrasian dan Pengakuan Pengungsi (UU Keimigrasian), orang asing yang telah tinggal di negara/wilayah berikut dalam waktu 14 hari sebelum mendarat di Jepang akan disebut sebagai "keadaan khusus" untuk saat ini.

Tujuan pengisian bahan bakar atau transit di Jepang tidak dikenakan aturan penolakan atau karantina apa pun.

Selama karantina ketat 6 hari tersebut, yang bersangkutan akan diperiksa kesehatannya sedikitnya dua kali yakni pada hari ketiga dan hari ke-6.

Dan apabila negatif terus menerus, dapat melakukan karantina mandiri di tempat yang ditentukan sendiri.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang) dan upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved