Breaking News:

Virus Corona

Jumlah Infeksi Corona di Tokyo 714 Orang Tertinggi Sejak 26 Mei 2021, Bakal PSBB Lagi?

Situasi kondisi Tokyo meningkat pesat infeksi mencapai 712 orang per hari Rabu ini (30/6/2021), tertinggi sejak 26 Mei 2021.

Richard Susilo
Pemandangan kota Tokyo dari Udara dengan Tokyo Skytree di tengahnya 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Situasi kondisi Tokyo meningkat pesat infeksi mencapai 712 orang per hari Rabu ini (30/6/2021), tertinggi sejak 26 Mei 2021.

"Kalau jumlah infeksi melejit tinggi lagi bukan tidak mungkin kita munculkan deklarasi darurat (PSBB) kembali," papar Yoshitoshi Nishimura menteri revitalisasi ekonomi yang juga bertanggungjawab atas penanggulangan pandemi corona di Jepang Rabu ini (30/6/2021).

Jumlah rata-rata harian selama 7 hari terakhir adalah 508, atau 120,3% dari minggu sebelumnya.

Berdasarkan kelompok usia, 201 orang berusia 20-an, 132 orang usia 30 tahunan,  diikuti oleh 143 orang berusia 40-an, 94 orang usia 50 tahunan, dan 42 orang lanjut usia berusia 65 tahun ke atas yang berisiko tinggi.

Jumlah pasien yang sakit parah meningkat 4 dari hari sebelumnya menjadi 47. Selain itu, tiga orang dipastikan meninggal dunia hari ini.

Sejak 29 Juni kemarin, pemerintah mulai melakukan penyesuaian untuk memperpanjang langkah-langkah tindakan prioritas (satu level di bawah PSBB) seperti pencegahan penyebaran, yang diterapkan di 10 prefektur sebagai penanggulangan virus corona baru hingga batas waktu 11 Juli, termasuk Tokyo.

Baca juga: Update Covid-19 Indonesia: Dorong Vaksinasi Nasional, Menlu Lakukan Kerja Sama dengan Jepang

"Kami sedang mempertimbangkan perpanjangan 2 hingga 4 minggu selama pembukaan Olimpiade Tokyo (23 Juli). Ada juga teori "tidak ada penonton di Olimpiade" di wilayah yang diperluas di dalam pemerintahan," ungkap sumber Tribunnews.com Rabu (30/6/2021).

Perdana Menteri Yoshihide Suga mengatakan pada pertemuan dewan LDP, "Wilayah metropolitan (jumlah orang yang baru terinfeksi) sedikit meningkat, dan kami ingin mengambil tindakan yang diperlukan secara fleksibel."

Yasutoshi Nishimura, menteri yang bertanggung jawab atas revitalisasi ekonomi, juga menunjukkan pada konferensi pers bahwa jika jumlah orang yang terinfeksi meningkat, itu akan menjadi keadaan darurat dan tindakan pencegahan penyebaran akan diambil untuk mengendalikan infeksi, dan menyebutkan kemungkinan re-deklarasi (PSBB kembali).

Ketika situasi infeksi di Kanagawa dan Chiba memburuk, pemerintah akan mempertimbangkan untuk memperpanjang periode tiga prefektur di wilayah metropolitan. Hati-hati juga dilakukan pemerintah dalam menentukan apakah enam prefektur lainnya dan Prefektur Okinawa, yang mengeluarkan keadaan darurat, dapat dicabut.

Pada tanggal 21 Juni lalu, pemerintah, ibu kota, Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan lima pihak lainnya sepakat untuk membatasi jumlah penonton Olimpiade hingga maksimal 10.000 atau 50% mana yang lebih kecil buat tempat penonton.

Jika langkah pencegahan penyebaran diperluas di Tokyo dan daerah lain, kebijakannya adalah mempertimbangkan kembali jumlah penonton dengan diskusi lima pihak (Tokyo, Panitia, IOC, IPC dan Pemerintah Pusat).

Dengan kenaikan pesat jumlah terinfeksi di Tokyo, tampaknya akan semakin kuat pimpinan pemerintahan pusat untuk meluncurkan kembali PSBB khususnya di Tokyo menjelang pembukaan Olimpiade 23 Juli mendatang, demi keamanan dan keselamatan masyarakat Jepang.

Sementara itu Beasiswa (ke Jepang) dan upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif dengan melalui zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang nantinya. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved