Breaking News:

Virus Corona

Boris Johnson Berencana Akhiri Pembatasan Covid-19 Meski Kasus di Inggris Melonjak

Boris Johnson menetapkan rencana untuk mengakhiri pembatasan sosial dan ekonomi COVID-19 di Inggris dalam waktu dua minggu.

Geoff PUGH / POOL / AFP
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berbicara selama konferensi pers virtual tentang pandemi Covid-19, di dalam 10 Downing Street di pusat kota London pada 27 Januari 2021. Johnson mengatakan Rabu bahwa sekolah akan menjadi tempat pertama yang diizinkan untuk dibuka kembali, tetapi tidak sebelum 8 Maret paling cepat, setelah pemerintah menyelesaikan vaksinasi bagi orang-orang yang paling rentan pada pertengahan Februari. 

TRIBUNNEWS.COM - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menetapkan rencana untuk mengakhiri pembatasan sosial dan ekonomi Covid-19 di Inggris dalam waktu dua minggu.

Dilansir Al Jazeera, pemerintah Inggris mengambil langkah ini untuk menguji apakah peluncuran vaksinasi telah memberikan perlindungan yang cukup dari varian Delta yang sangat menular.

Johnson mengkonfirmasi pemerintahannya mengakhiri tindakan pembatasan pada 19 Juli, dengan keputusan akhir akan diambil minggu depan.

Ia mengatakan kebijakan itu akan menghilangkan batasan formal pada kontak sosial, instruksi untuk bekerja dari rumah dan mandat untuk memakai masker wajah.

Baca juga: Mantan Istri Sebut Hidup Bersama Boris Johnson Adalah Hal Mustahil

Baca juga: Boris Johnson: Lockdown Terbatas di Inggris Berlanjut Sampai 19 Juli

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berbicara selama konferensi pers virtual tentang pandemi Covid-19, di dalam 10 Downing Street di pusat kota London pada 27 Januari 2021.
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berbicara selama konferensi pers virtual tentang pandemi Covid-19, di dalam 10 Downing Street di pusat kota London pada 27 Januari 2021. (Geoff PUGH / POOL / AFP)

Setelah menerapkan batasan ketat untuk memerangi virus corona baru, Johnson bertaruh program vaksinasi, dapat mencegah layanan kesehatan kewalahan oleh gelombang baru Covid-19.

Berdasarkan rencana tersebut, klub malam akan diizinkan untuk dibuka kembali dan tidak akan ada batasan kapasitas untuk tempat perhotelan. Pedoman jarak sosial akan dihapus.

Pemerintah Johnson menetapkan kebijakan kesehatan untuk Inggris, tetapi tidak untuk Skotlandia, Wales, atau Irlandia Utara.

Baca juga: Adu Mulut Soal Irlandia Utara di G7, Boris Johnson Sindir Wine Tua yang Dibawa Macron

Baca juga: Akses pedulilindungi.id, Link Download Sertifikat Vaksinasi Covid-19 Format Terbaru di HP

Berita lain terkait Penanganan Covid

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved