Breaking News:

Virus Corona

Temuan Israel, Perlindungan Vaksin Pfizer dalam Pencegahan Infeksi Covid-19 Menurun

Israel melaporkan penurunan efektivitas vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech dalam mencegah infeksi dan penyakit simptomatik, pada Senin (5/7/2021).

AFP
Dua anak-anak sedang diperiksa sebelum diberikan suntikan vaksin Covid-19 di Israel - Israel melaporkan penurunan efektivitas vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech dalam mencegah infeksi dan penyakit simptomatik, pada Senin (5/7/2021). 

TRIBUNNEWS.COM - Israel melaporkan penurunan efektivitas vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech dalam mencegah infeksi dan penyakit simptomatik, pada Senin (5/7/2021).

Kendati demikian, vaksin ini masih sangat efektif dalam mencegah penyakit serius.

Dilansir CNA, kabar penurunan efektivitas vaksin buatan Amerika Serikat ini bertepatan dengan merebaknya varian Delta. 

Selain itu Israel telah mengakhiri pembatasan sosial.

Menurut Kementerian Kesehatan Israel, efektivitas Pfizer dalam mencegah infeksi dan gejala penyakit turun menjadi 64 persen sejak 6 Juni.

Di saat yang sama, vaksin ini 93 persen efektif mencegah pasien menghadapi kondisi harus rawat inap dan penyakit serius akibat Covid-19.

Baca juga: Pakar Virus Corona Israel Sebut Vaksin Tak Bisa Cegah Virus Varian Delta

Baca juga: Seorang Remaja Meninggal Saat Tidur Usai Suntik Vaksin Pfizer, Penyebab Kematiannya Diselidiki

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menerima dosis kedua COVID-19 di Sheba Medical Center di Ramat Gan, dekat kota pesisir Tel Aviv, pada 9 Januari 2021.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (sekarang mantan PM) menerima dosis kedua COVID-19 di Sheba Medical Center di Ramat Gan, dekat kota pesisir Tel Aviv, pada 9 Januari 2021. (Miriam ALSTER / POOL / AFP)

Kementerian Kesehatan tidak mengatakan tingkat awal keefektifan vaksin Pfizer atau rincian dalam pernyataannya.

Namun pejabat kementerian menerbitkan laporan pada Mei bahwa dua dosis vaksin Pfizer memberikan lebih dari 95 persen perlindungan terhadap infeksi, rawat inap, dan penyakit parah.

Seorang juru bicara dari Pfizer menolak mengomentari data temuan Israel.

Namun dia menjelaskan penelitian lain yang menunjukkan bahwa antibodi dari vaksin masih mampu menetralkan semua varian Covid-19, termasuk Delta, meskipun kekuatannya berkurang.

Halaman
123
Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved