Virus Corona
Di Inggris, Mereka yang Divaksinasi Penuh Tak Perlu Isolasi Diri Usai Kontak dengan Pasien Covid-19
Peraturan yang diberlakukan mulai 16 Agustus mendatang, juga berlaku bagi mereka berusia di bawah 18 tahun.
Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari
TRIBUNNEWS.COM, LONDON - Menteri Kesehatan Inggris Sajid Javid mengatakan bahwa masyarakat negara itu yang telah divaksinasi virus corona (Covid-19) secara penuh, tidak perlu mengisolasi diri saat diidentifikasi sebagai orang yang kontak erat dengan penderita Covid-19.
Peraturan yang diberlakukan mulai 16 Agustus mendatang, juga berlaku bagi mereka berusia di bawah 18 tahun.
Pernyatan tersebut ia sampaikan kepada anggota parlemen di House of Commons pada hari Selasa waktu setempat, saat dirinya menyampaikan rincian pelonggaran lebih lanjut dari aturan Covid-19 Inggris.
Baca juga: Pasien Isolasi Mandiri Kini Bisa Mendapatkan Layanan Telemedicine, Berikut Daftar Aplikasinya
Dikutip dari laman Russia Today, Selasa (6/7/2021), Javid mengatakan bahwa masyarakat harus menunggu selama dua minggu setelah dosis kedua, agar kekebalan tubuh mereka terhadap virus mengalami peningkatan, sehingga imunitas dapat memungkinkan mereka untuk tidak perlu melakukan isolasi.
Perlu diketahui, di bawah sistem yang berlaku saat ini, mereka yang diidentifikasi oleh NHS Test and Trace sebagai orang yang kontak erat dengan penderita Covid-19, diwajibkan mengisolasi diri selama 10 hari.
Baca juga: Konsultasi Kesehatan dan Obat Gratis Pasien Isoman Covid-19 via Fasilitas Telemedicine, Ini Caranya
Javid menekankan, saat perubahan baru diberlakukan, pemerintah akan tetap menerapkan aturan bahwa mereka yang telah divaksinasi penuh namun melakukan kontak erat dengan penderita Covid-19 harus mengikuti tes Polymerase Chain Reaction (PCR).
"Jika hasil PCR test menunjukkan hasil positif, maka mereka harus mengisolasi diri, terlepas dari apakah mereka telah divaksin atau belum," kata Javid.
Pengumuman yang disampaikan Javid ini muncul setelah Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson pada hari Senin kemarin mengumumkan berakhirnya sebagian besar pembatasan Covid-19 di Inggris mulai 19 Juli mendatang.
"Kita harus mendamaikan diri kita sendiri. Sayangnya, dengan lebih banyak kematian akibat Covid-19," kata Johnson.
Langkah-langkah kesehatan yang akan diakhiri itu termasuk diantaranya pembatasan pertemuan enam orang di rumah pribadi, jarak sosial dan memakai masker di area tertutup seperti transportasi umum.
Javid mengatakan bahwa saat Inggris meninggalkan aturan penguncian (lockdown), mungkin ada sebanyak 100.000 kasus baru Covid-19 di Inggris.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/layanan-drive-thru-covid-19-test-di-kota-bandung_20210122_210408.jpg)