Sabtu, 9 Mei 2026

Filipina Minta Bantuan AS untuk Analisis Data Black Box Pesawat Jatuh Lockheed C-130

Filipina akan mengirim kotak hitam pesawat Lockheed C-130 yang jatuh pada akhir pekan lalu ke Amerika Serikat untuk dianalisis

Tayang:
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Sri Juliati
Handout / JOINT TASK FORCE-SULU / AFP
Dalam foto selebaran ini yang diambil pada 4 Juli 2021, dan diterima dari Satuan Tugas Gabungan Militer Filipina-Sulu (JTF-SULU) pada 5 Juli, pejabat militer Filipina (kiri) mengawasi operasi pencarian dan pengambilan di sebelah baling-baling yang terbakar setelah Pesawat angkut C-130 Angkatan Udara Filipina jatuh di dekat bandara di kota Jolo, provinsi Sulu, dekat pulau selatan Mindanao. 

Kecelakaan tersebut menewaskan lebih dari 50 orang, kata Kepala Militer, Cirilito Sobejana kepada Reuters, Selasa.

Pilot yang memegang komando, yang memiliki pengalaman beberapa tahun menerbangkan pesawat C-130, termasuk di antara mereka yang tewas dalam kecelakaan di Pulau Jolo.

Kotak hitam itu memungkinkan para penyelidik untuk mendengarkan percakapan para pilot dan kru sebelum pesawat itu jatuh.

Baca juga: Kecelakaan Pesawat Militer Filipina, 50 Orang Tewas

Baca juga: Gunung Taal Filipina Semburkan Gas Beracun, Lebih dari 2.000 Orang Dievakuasi

"Saya berbicara dengan para penumpang yang selamat. Mereka mengatakan pesawat memantul dua hingga tiga kali dan bergerak zig-zag," ujar Sobejana.

"Pilot berusaha memulihkan mesin agar bisa mengangkat pesawat, tapi itu sudah terlambat."

"Sayap kanan menabrak pohon."

Sobejana mengatakan, tidak ada penumpang yang melompat dari pesawat sebelum jatuh.

Ada laporan sebelumnya dari saksi, beberapa penumpang sempat mencoba melompat ke tempat yang aman sebelum pesawat menabrak tanah.

Baca juga: Tim SAR: Tak Ada yang Selamat dalam Kecelakaan Pesawat An-26 Rusia yang Bawa 28 Orang

Baca juga: Pesawat Rusia yang Membawa 28 Orang Alami Kecelakaan, Dilaporkan Jatuh setelah Hilang dari Radar

Ia mengatakan bagian depan pesawat terbelah dan beberapa tentara memanfaatkan celah itu untuk melarikan diri.

Tetapi mereka yang tidak sadar tidak bisa keluar dari pesawat yang terbakar.

Dalam foto selebaran ini yang diambil pada 4 Juli 2021, dan diterima dari Satuan Tugas Gabungan Militer Filipina-Sulu (JTF-SULU) pada 5 Juli, pejabat militer Filipina (kiri) mengawasi operasi pencarian dan pengambilan di sebelah baling-baling yang terbakar setelah  Pesawat angkut C-130 Angkatan Udara Filipina jatuh di dekat bandara di kota Jolo, provinsi Sulu, dekat pulau selatan Mindanao.
Dalam foto selebaran ini yang diambil pada 4 Juli 2021, dan diterima dari Satuan Tugas Gabungan Militer Filipina-Sulu (JTF-SULU) pada 5 Juli, pejabat militer Filipina (kiri) mengawasi operasi pencarian dan pengambilan di sebelah baling-baling yang terbakar setelah Pesawat angkut C-130 Angkatan Udara Filipina jatuh di dekat bandara di kota Jolo, provinsi Sulu, dekat pulau selatan Mindanao. (Handout / JOINT TASK FORCE-SULU / AFP)

Laporan awal menyebut korban tewas mencapai 50 orang, termasuk termasuk tiga warga sipil di darat.

Namun jumlah korban tewas meningkat pada Rabu menjadi 53 orang.

Juru bicara militer Edgard Arevalo mengatakan pesawat itu dalam "kondisi sangat baik".

Pesawat masih memiliki 11.000 jam terbang tersisa sebelum pemeliharaan berikutnya dijadwalkan.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Perkembangan terbaru seputar Kecelakaan Pesawat Militer Filipina

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved