Kapal Ever Given Bebas setelah Pemiliknya Lakukan Nego selama 3 Bulan dengan Otoritas Terusan Suez
Tiga bulan ditahan, kapal Ever Given akhirnya dibebaskan pada Rabu (7/7/2021) setalah pemiliknya lakukan negosiasi dengan Otoritas Terusan Suez.
TRIBUNNEWS.COM - Kapal kontainer raksasa Ever Given yang sempat memblokir Terusan Suez, Mesir selama enam hari pada Maret 2021 lalu, resmi dibebaskan.
Hal itu diumumkan oleh pihak Otoritas Terusan Suez pada Rabu (7/7/2021), CNA melaporkan.
Ever Given meninggalkan Terusan Suez setalah pemilik Jepang-nya, Shoei Kisen Kaisha, mencapai kesepakatan dengan pihak otoritas jalur air penting timur-barat itu.
Dalam negosiasi yang dilakukan selama lebih dari tiga bulan, pemilik Ever Given dan Otoitas Terusan Suez akhirnya menentukan jumlah kompensasi yang harus dibayar.
Kesepakatan tersebut kemudian ditandatangani dalam sebuah upacara pada Rabu (7/7/2021) di kota Terusan Suez di Ismailia.
Baca juga: Sempat Blokir Jalur Terusan Suez, Kapal Ever Given Disita Mesir hingga Kompensasi Diselesaikan
Baca juga: Buntut Macetnya Lalu Lintas Terusan Suez, Mesir Sita Kapal Ever Given, Minta Kompensasi Rp 13 T
Setelah acara itu, Ever Given terlihat telah dibebaskan dan mulai berlayar kembali ke Mediterania.
Adapun sehari sebelum pembebasan, pengadilan Mesir mencabut penyitaan kapal yang dioperasikan oleh Evergreen Marine tersebut.
Hal itu menyusul pemberitahuan Otoritas Terusan Suez bahwa Ever Given mencapai penyelesaian dalam sengketa keuangannya dengan pemilik kapal dan perusahaan asuransi.
Untuk diketahui, kapal itu sebelumnya menghalangi jalur air penting di dunia selama enam hari.
Sejak saat itu, terjadi negosiasi mengenai kompensasi finansial.
Uang itu, menurut otoritas kanal, akan menutupi operasi penyelamatan, biaya lalu lintas kanal yang macet, dan kehilangan biaya transit selama Ever Given memblokir kanal.
Ever Given sedang dalam perjalanan ke pelabuhan Rotterdam Belanda pada 23 Maret 2021 ketika menabrak tepi kanal satu jalur sekitar 6 kilometer utara pintu masuk selatan, dekat Kota Suez.
Upaya penyelamatan besar-besaran oleh armada kapal tunda yang dibantu oleh pasang surut air membebaskan Ever Given enam hari kemudian, yang berbendera Panama, mengakhiri krisis hingga ratusan kapal yang menunggu dapat melewati kanal kembali.
Ever Given sejak saat itu ditahan di Great Bitter Lake di kanal, sementara pemilik kanal dan pemilik kapal merundingkan penyelesaian.
Penyumbatan kanal memaksa beberapa kapal untuk mengambil rute alternatif yang panjang di sekitar Tanjung Harapan di ujung selatan Afrika, yang membutuhkan bahan bakar tambahan dan biaya lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/posisi-kapal-ever-given.jpg)