Virus Corona
Kematian Jaringan Tulang, Komplikasi Baru Pasca Covid yang Ditemukan di India
AVN adalah kondisi menyakitkan yang mempengaruhi sendi pinggul dan tulang paha pada pasien Covid-19.
TRIBUNNEWS.COM, NEW DELHI - Setelah gelombang kedua virus corona (Covid-19) melanda India, para dokter telah menetapkan hubungan antara pasien Covid-19 dengan penyakit Avascular Necrosis (AVN) yang disebut sebagai kematian jaringan tulang.
AVN adalah kondisi menyakitkan yang mempengaruhi sendi pinggul dan tulang paha pada pasien Covid-19.
Dikutip dari laman India Today, Rabu (7/7/2021), penyakit ini menambah daftar panjang komplikasi pasca-Covid diantara pasien yang sembuh dari virus mematikan itu.
Kepala Ortopedi & Traumatologi, Dr Sanjay Agarwala bersama dengan Dr Mayank Vijayvargiya di PD Hinduja Hospital dan MRC Mumbai pun telah menulis makalah medis tentang temuan mereka ini yang telah diterima untuk dipublikasikan oleh British Medical Journal (BMJ).
Lalu bagaimana kematian jaringan tulang ini bisa terdeteksi pada pasien Covid-19 yang telah pulih?
Komplikasi itu terungkap saat seorang pasien Covid-19, Dr Manish Khobragade yang telah pulih, tiba-tiba mengalami nyeri sendi pinggul kirinya.
Awalnya ia mengira bahwa itu hanya nyeri sendi kecil biasa, namun karena sakitnya tidak juga mereda bahkan berlangsung hingga seminggu, dirinya akhirnya menghubungi ahli bedah ortopedi dan disarankan untuk menjalani tes X-Ray.
Namun hasil X-Ray ternyata tidak mendeteksi masalah yang parah, oleh karena itu ia hanya diberi resep obat-obatan biasa, penghilang rasa sakit dan pelemas otot.
Dr Khobragade pun telah merasakan penyakit itu selama satu setengah bulan, dan tidak ada perubahan.
Ia mengatakan bahwa pada saat itulah dirinya menyadari bahwa rasa sakitnya berbeda dari biasanya dan ada yang salah dengan sendi pinggulnya.
Dokter ini kemudian melakukan MRI dan didiagnosis penyakit kematian jaringan tulang.
Penyakit ini membuatnya tidak bisa berdiri selama berjam-jam, bahkan berjalan pun menjadi hal yang sangat sulit.
Begitu pula untuk jongkok, ia tidak bisa melakukannya sama sekali.
Pada titik inilah dirinya bertemu dengan Dr Agarwala dan mencari konsultasi mengenai penyakit AVN.
Hampir enam bulan setelah pengobatan dimulai, Dr Khobragade kini telah bisa berjalan, menaiki tangga, jongkok serta melanjutkan aktivitasnya sehari-hari.
Pengobatan ini pun akan berlanjut selama dua sampai tiga tahun.
Sebelumnya, setidaknya 19 kasus Avascular Necrosis (AVN) atau kematian jaringan tulang pasca pulih dari virus corona (Covid-19) telah terdeteksi di sebuah rumah sakit di kota Mumbai, negara bagian Maharashtra, India.
Semua pasien AVN yang berusia di bawah 40 tahun telah dirawat di rumah sakit setempat.
Mereka mengembangkan gejala penyakit itu hanya dalam waktu dua bulan setelah pulih dari Covid-19.
Dikutip dari laman Sputnik News, Senin (5/7/2021), Kepala Medis di Rumah Sakit Hinduja Mumbai, Dr Sanjay Agarwala telah memperingatkan bahwa akan ada lebih banyak kasus AVN yang muncul dalam beberapa bulan ke depan.
"Avascular Necrosis adalah kematian tulang yang terlokalisir karena cedera lokal, efek samping obat, atau penyakit. Ini merupakan kondisi serius karena area tulang yang mati ini tidak berfungsi secara normal, melemah, dan bisa kolaps. Pinggul adalah sendi yang paling sering terkena Avascular Necrosis, diikuti lutut, bahu, pergelangan kaki, siku, dan pergelangan tangan," kata Dr Agarwala.
Sementara itu, Dr Mayank Vijayvargiya dari Rumah Sakit Hinduja mengatakan bahwa pasien Covid-19 yang telah lama menggunakan steroid memiliki risiko mengalami kondisi seperti itu.
"Seorang pasien Covid-19 yang telah menggunakan steroid dan mengalami rasa sakit di sekitar pinggul atau pahanya harus didiagnosis untuk kondisi tersebut. Kondisi ini dapat diobati tanpa operasi apapun jika didiagnosis pada tahap awal," kata Dr Vijayvargiya.
India yang telah mengalami lonjakan kasus Covid-19 pada April hingga Mei lalu, kini tengah menghadapi peningkatan kasus komplikasi pasca Covid-19 'yang jarang terjadi'.
Bulan lalu, ratusan kasus jamur hitam (Mucormycosis) dilaporkan menyerang kalangan orang dewasa maupun anak-anak di negara itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/vaksinasi-palsu.jpg)