Breaking News:

Wartawan Jepang Ditangkap Saat Meliput di Universitas Kedokteran Asahikawa

Wartawan Hokkaido Shimbun yang baru bekerja setahun, saat meliput di Universitas Kedokteran Asahikawa ditangkap, tetapi kemudian dilepaskan lalu dilak

Foto Yomiuri
Universitas Kedokteran Asahikawa 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Wartawan Hokkaido Shimbun yang baru bekerja setahun, saat meliput di Universitas Kedokteran Asahikawa ditangkap, tetapi kemudian dilepaskan lalu dilakukan pemeriksaan polisi ke rumahnya.

Hokkaido Shimbun Rabu ini (7/7/2021) menerbitkan artikel verifikasi yang mengatakan bahwa ada masalah dengan berbagi informasi dan metode wawancara mengenai fakta bahwa reporter ditangkap selama wawancara setelah memasuki gedung universitas yang terlarang.

Seorang reporter yang bergabung dengan Hokkaido Shimbun Press untuk tahun pertama ditangkap karena dicurigai memasuki gedung universitas yang terlarang selama wawancara dengan pertemuan pemilihan presiden yang diadakan di Universitas Kedokteran Asahikawa pada bulan Juni 2021.

Setelah itu, dia dibebaskan dan polisi melanjutkan penyelidikannya ke rumahnya.

Dalam artikel verifikasi yang diterbitkan di Hokkaido Shimbun edisi pagi pada tanggal 7 Juli, reporter diperintahkan untuk pergi ke lantai 4 gedung tempat pertemuan pemilihan Presiden diadakan, dan atas kebijaksanaannya sendiri, dia membawa smartphone-nya ke dekat celah pintu ke arah lokasi ruangan  pertemuan pemilihan tersebut.

Konon situasinya direkam tanpa izin. Saat itu pihak universitas meminta perusahaan media untuk tidak masuk ke gedung untuk mencegah infeksi.

Tetapi tidak cukup informasi dari pihak universitas kepada wartawan di lokasi, sehingga berbagi informasi dan liputan tentang rangkaian kemajuan dengan cara sang wartawan sendiri.

Pihak universitas mengatakan bahwa ada masalah dalam segi metode dan pendidikan pers, serta keterlibatan atasan yang harus diinstruksikan tidak mencukupi.

Toru Kobayashi, pemimpin redaksi Hokkaido Shimbun, mengatakan, "Ada beberapa poin untuk perlu direnungkan, dan saya menganggapnya serius sebagai penanggung jawab atas kejadian tersebut."

Sementara itu Beasiswa (ke Jepang) dan upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif dengan melalui zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang nantinya. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved