Breaking News:

Krisis Myanmar

40 Tentara Myanmar Dilaporkan Tewas dalam Bentrokan dengan Pasukan Anti-Junta

Setidaknya 40 pasukan Myanmar dilaporkan tewas dalam bentrokan dengan pasukan anti-junta, pada pekan lalu.

AFP
Tentara Myanmar 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, YANGON—Setidaknya 40 pasukan Myanmar dilaporkan tewas dalam bentrokan dengan pasukan anti-junta, pada pekan lalu.

Pasukan junta militer itu tewas dalam dua bentrokan bersenjata terpisah. Keduanya di wilayah Sagaing barat laut, kata Pasukan Pertahanan Rakyat (PDF), dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir kantor berita Anadolu, Jumat (9/7/2021).

Tiga truk militer juga dihancurkan oleh pejuang PDF, tambah pernyataan itu.

Tentara Kemerdekaan Kachin (KIA) dilaporkan telah membantu PDF dalam bentrokan tersebut.

Militer Myanmar pada 1 Februari menggulingkan Presiden Win Myint dan Penasihat Negara Aung San Suu Kyi dan menahan mereka bersama dengan anggota partai lainnya dari Partai Nasional untuk Demokrasi yang berkuasa pra-kudeta.

Baca juga: Sempat Jadi Pemasok Utama Senjata Militer Myanmar, Rusia Kini Nyatakan Dukung Konsensus ASEAN

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres juga telah mendesak junta militer Myanmar untuk membebaskan Penerima Nobel Aung San Suu Kyi dan Presiden Win Myint.

Hal itu disampaikan juru bicara Sekjen PBB, Eri Kaneko pada Kamis (1/7/2021) waktu setempat, sehari setelah ribuan tahanan lainnya dibebaskan.

Myanmar telah mengalami kekacauan sejak junta militer berkuasa pada 1 Februari dan menggulingkan pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi.

"Kami menegaskan kembali seruan kami untuk segera membebaskan semua orang yang ditahan secara sewenang-wenang, dan itu termasuk Presiden Win Myint dan anggota dewan Negara Aung San Suu Kyi," kata Eri Kaneko.

Myanmar membebaskan lebih dari 2.000 tahanan pada hari Rabu, di antaranya wartawan dan lainnya, yang menurut militer yang ditahan atas tuduhan melakukan penghasutan karena mengambil bagian dalam protes, lapor media lokal.

Baca juga: Militer Myanmar Tembak Mati 25 Warga, Total 888 Orang Telah Dibunuh Sejak Kudeta

Banyak penentang junta militer telah ditahan, beberapa dihukum, di bawah hukum yang mengkriminalisasi kritik yang dianggap dapat menyebabkan ketakutan atau menyebarkan berita palsu. Aung San Suu Kyi diadili karena pelanggaran serupa, antara lain, dan tetap dalam penahanan.

"Kami tetap sangat prihatin atas berlanjutnya kekerasan dan intimidasi, termasuk penangkapan sewenang-wenang, oleh aparat keamanan," kata Kaneko.(Anadolu/Reuters/CNA)

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved