Breaking News:

AS Tambahkan Lebih dari 10 Perusahaan China ke Daftar Hitam

Pemerintahan Presiden Joe Biden akan menambahkan lebih dari 10 perusahaan China ke daftar hitam ekonominya paling cepat Jumat (9/7/2021).

Alex Wong/Getty Images/AFP
Presiden AS Joe Biden berbicara selama acara BBQ 4 Juli untuk merayakan Hari Kemerdekaan di Halaman Selatan Gedung Putih 4 Juli 2021 di Washington, DC 

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintahan Presiden Joe Biden akan menambahkan lebih dari 10 perusahaan China ke daftar hitam perdagangannya paling cepat Jumat (9/7/2021).

Kebijakan terbaru Washington ini dikeluarkan atas dasar dugaan pelanggaran hak asasi manusia dan pengawasan teknologi tinggi di Xinjiang, dua sumber mengatakan kepada kantor berita Reuters.

Tindakan Departemen Perdagangan AS mengikuti penambahan lima perusahaan lain dan entitas China lainnya ke daftar hitam atas tuduhan kerja paksa di wilayah barat jauh China.

"Penambahan Daftar Entitas Departemen Perdagangan adalah bagian dari upaya pemerintahan Biden untuk meminta pertanggungjawaban China atas pelanggaran hak asasi manusia," kata sumber tersebut.

Baca juga: DPP IMM Kutuk Perobohan Masjid di Daerah Otonomi Uighur

Baca juga: Imran Khan Tolak Mengutuk Dugaan Pelanggaran HAM Pemerintah China terhadap Etnis Uighur

Presiden AS Joe Biden berbicara tentang panduan CDC terbaru tentang masker untuk orang-orang yang telah divaksinasi penuh selama acara di depan Gedung Putih 27 April 2021, di Washington, DC.
Presiden AS Joe Biden berbicara tentang panduan CDC terbaru tentang masker untuk orang-orang yang telah divaksinasi penuh selama acara di depan Gedung Putih 27 April 2021, di Washington, DC. (Brendan Smialowski / AFP)

Sementara itu, China menolak tuduhan genosida dan kerja paksa di Xinjiang.

Tiongkong menegaskan bahwa kebijakannya diperlukan untuk membasmi separatis dan ekstremis agama, yang merencanakan serangan dan memicu ketegangan antara etnis Uighur yang sebagian besar Muslim dan Han, kelompok etnis terbesar di China.

Dilansir Al Jazeera, Kedutaan China di Washington tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Salah satu sumber mengatakan departemen berencana untuk menambahkan 14 perusahaan China ke Daftar Entitas untuk pelanggaran yang dilaporkan di Xinjiang.

Identitas perusahaan yang ditambahkan tidak segera diketahui.

Beberapa perusahaan dari negara lain juga akan ditambahkan ke daftar hitam departemen segera pada hari Jumat.

Halaman
123
Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Tiara Shelavie
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved