Breaking News:

Energi Terbarukan Jepang Tahun 2030 Menjadi 36 Persen dari Semua Energi yang Tersedia

Dalam rencana awal, total pembangkit listrik pada tahun anggaran 2018 diperkirakan sekitar 934 miliar kilowatt jam.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Eksekutif Sharp Corporation Jepang persiapkan panel surya di Palembang Indonesia. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Rasio energi terbarukan seperti tenaga surya dan tenaga angin terhadap total pembangkit listrik pada tahun 2030 akan meningkat dari 22-24 persen dari rencana saat ini menjadi antara 36 - 38 persen nantinya.

"Tenaga nuklir mempertahankan 20-22 persen. Dengan menggabungkan energi terbarukan dan tenaga nuklir, kami bertujuan untuk menjadikan sekitar 60 persen," ungkap sumber Tribunnews.com, Jumat (16/7/2021) yang prinsipnya Jepang berusaha menjauhkan karbon CO2.

Rencana energi dasar menunjukkan arah kebijakan energi jangka menengah dan panjang negara.

Menanggapi tujuan Perdana Menteri Yoshihide Suga untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 46 persen dari tahun FY2018 pada akhir April 2021 lalu, fokusnya adalah pada bagaimana memposisikan energi terbarukan dan tenaga nuklir.

Dalam rencana awal, total pembangkit listrik pada tahun anggaran 2018 diperkirakan sekitar 934 miliar kilowatt jam.

Diharapkan penghematan energi akan dipromosikan di pabrik dan gedung perkantoran, dan telah berkurang sekitar 10 persen dari rencana saat ini yang diumumkan pada tahun 2018.

Baca juga: Potensi Energi Baru Terbarukan Indonesia Capai 417 GW, Tapi Baru Dimanfaatkan 2,5 Persen

Energi terbarukan dengan jelas menyatakan bahwa itu akan mempromosikan pengenalan maksimum sebagai sumber daya utama dan menetapkan target pengenalan sekitar 331 miliar hingga sekitar 350 miliar kilowatt jam.

Secara khusus, tenaga angin lepas pantai dapat diperkenalkan dalam jumlah besar, dan basis perusahaan terkait luas, sehingga diposisikan sebagai kartu truf untuk menjadikan energi terbarukan sebagai sumber daya utama.

Tenaga surya dan tenaga angin darat, yang merupakan andalan energi terbarukan, memiliki lebih sedikit lahan yang cocok untuk pengembangan.

Mempromosikan perluasan introduksi dengan menetapkan area promosi untuk menarik energi terbarukan dan mengkonversi lahan pertanian yang terdegradasi.

Tenaga nuklir diposisikan sebagai "sumber daya beban dasar (inti) yang penting dengan premis untuk memastikan keselamatan". Tidak ada perluasan atau pembangunan baru kembali.

Pemerintah akan menerbitkan draft tanggal 21 Juli mendatang, melalui komentar publik, rencana keputusan Kabinet rencana baru untuk prospek musim gugur tahun ini.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang) dan upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved