Breaking News:

Virus Corona

Tiga Pesan Penting dari Ahli Penyakit Menular Jepang untuk Antisipasi Covid-19

Profesor Omi mengimbau perlunya penguatan serta meminta agar masyarakat menghindari bergerak melintasi perbatasan prefektur sebanyak mungkin.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
DR. Shigeru Omi, Ketua Komite Penasehat Penanggulangan Covid-19 pemerintah Jepang dan Ketua JCHO (Organisai Komunitas Kesehatan Jepang) sejak 2014. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Ahli penyakit menular Jepang memberikan 3 pesan penting kepada masyarakat karena melihat perkembangan penyebaran virus corona khususnya varian Delta yang dianggapnya sangat membahayakan di Jepang.

"Dua bulan menjelang Agustus ke depan akan menjadi acara puncak dalam perang melawan corona, karena acara yang mendorong orang untuk bergerak, seperti Olimpiade Tokyo, Paralimpiade, dan perayaan Obon di Jepang (nyekar), akan tumpang tindih," ungkap DR Shigeru Omi, Ketua Komite Penasehat Penanggulangan Covid-19 pemerintah Jepang dan Ketua JCHO (Organisai Komunitas Kesehatan Jepang), Jumat (16/7/2021).

Dia mengimbau perlunya penguatan serta meminta agar masyarakat menghindari bergerak melintasi perbatasan prefektur sebanyak mungkin.

Masyarakat harus mengambil tindakan pencegahan infeksi yang cukup selama dua minggu (karantina mandiri dulu) sebelum bertemu orang tuanya di kota kelahirannya yang telah divaksinasi dua kali.

Tiga hal penting yang disampaikan Profesor Omi adalah:

1. Bersikaplah konservatif saat bergerak melintasi prefektur. Usahakan jangan lintas perbatasan dan jika benar-benar diperlukan lakukan terdesentralisasi sehingga tidak mengelompok.

2. Harap menahan diri dari makan dan minum dengan menggunakan waktu yang lama dengan orang yang tidak biasa Anda temui atau dengan banyak orang.

3. Dukungan untuk Olimpiade di rumah dengan orang-orang yang biasa Anda temui. Tolong jangan bersorak dengan banyak orang di alun-alun, jalan, restoran, maupun tempat umum lainnya.

Apabila makan di restoran, Profesor Omi menyarankan agar memilih restoran yang disertifikasi oleh pemerintah setempat untuk makan di luar.

Baca juga: Indonesia di Posisi Teratas Dunia, Daftar Negara dengan Angka Kematian Covid-19 Tertinggi

"Namun sangat diharapkan tidak makan minum di luar rumah," tambahnya.

Dia juga menyampaikan niatnya untuk merangkum gagasan subkomite tentang "bagaimana kehidupan masyarakat akan berubah" karena peningkatan jumlah orang yang telah vaksinasi pada 22 Agustus, yang merupakan batas waktu akhir keadaan darurat.

"Infeksi sedang meningkat sekarang dan sulit untuk memberikan pesan tentang cara melonggarkan (regulasi) dan sampai vaksinasi menyebar ke setiap generasi, penyebaran infeksi akan dicegah," kata Profesor Omi.

Mempercepat dan meluaskan vaksinasi menurut Profesor Omi menjadi prioritas tertinggi di Jepang saat ini kalau infeksi tidak mau menyebar lebih cepat dan lebih banyak lagi.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang) dan upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved