Olimpiade 2021

Abe Bersaudara Persembahkan 2 Medali Emas Pertama Judo Jepang

Persembahan tersebut sangat langka, karena pertama kali adik dan kakak di kancah Olimpiade sama-sama mendapat emas.

Editor: Dewi Agustina
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Hifumi Abe (kiri) usia 23, dan Uta Abe (kanan) usia 21 tahun, merupakan pasangan bersaudara kakak adik yang pertama kali mendapat medali emas Judo di Olimpiade Jepang ke-32. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Dua medali emas dari cabang olahraga Judo yang diraih dua bersaudara Hifumi Abe dan Uta Abe menjadikan Jepang kini berada di peringkat ke-2 dengan total raihan sebanyak 6 emas.

Persembahan tersebut sangat langka, karena pertama kali adik dan kakak di kancah Olimpiade sama-sama mendapat emas.

"Saya lihat adik saya dapat emas, saya harus bisa memperlihatkan sebagai kakak juga harus bisa, sehingga bisa memberikan motivasi bagi adik saya di masa depan," papar Hifumi Abe (23) mengomentari adiknya Uta Abe dapat medali emas Olimpiade.

Saat Uta Abe (21) melihat kakaknya, Hifumi Abe mendapat emas, dia langsung berteriak bahagia.

Namun Hifumi dengan wajah tetap serius menerima kemenangannya tanpa senyum sedikit pun, Minggu (25/7/2021).

"Dia memang begitu orangnya sejak kecil, serius banget, susah senyum," papar adiknya, Uta Abe kepada pers.

Hifumi menanggapi komentar adiknya itu seolah tanpa emosi.

Hifumi Abe (kiri) usia 23, dan Uta Abe (kanan) usia 21 tahun, merupakan pasangan bersaudara kakak adik yang pertama kali mendapat medali emas Judo di Olimpiade Jepang ke-32.
Hifumi Abe (kiri) usia 23, dan Uta Abe (kanan) usia 21 tahun, merupakan pasangan bersaudara kakak adik yang pertama kali mendapat medali emas Judo di Olimpiade Jepang ke-32. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

"Sepertinya saya tidak gugup sama sekali. Saya cuma fokus saja. Ketika saya memenangkan pertandingan dan kembali ke ruang tunggu, saya berkata," 3 lagi, "" 2 lagi, "dan" 1 lagi. Mencoba men-tweet jumlah pertandingan hingga medali emas. Bahkan jika saya melaporkan bahwa puisi itu menang, saya berkata, "Baik-baik saja," dan masih harus lebih hebat lagi," papar Hifumi.

Mantan pelatih Klub Judo Sagami Universitas Tokai Kazuya Maruyama, yang memiliki hubungan dekat dengan Abe, menyadari "perubahan tertentu" Abe.

"Saya pertama kali bertemu sekitar lima tahun yang lalu. Saat itu, saya yakin bahwa saya adalah yang terbaik di dunia. Namun, dari waktu tertentu, muncul saingan saya Abe dan ternyata dia sangat kuat," ujarnya.

Setelah menang dari beberapa pejudo handal, Abe berubah dari pejudo yang berani dan dengan keberaniannya sendiri menjadi pejudo yang tenang yang dapat mengontrol interval dengan memperhatikan gerakan lawan.

Baca juga: Raih Medali Perak Olimpiade Jepang, Eko Yuli Irawan Ingin Jadi Pelatih dan Buka Klub Angkat Besi

Tenang bahkan dengan medali emas. Konon sang juara muda sudah menatap ke tahap selanjutnya. Pejabat judo yang disebutkan di atas mengungkapkan.

"Saya senang setelah saya memenangkan medali emas, tetapi saya segera melihat kembali pertandingan saya tadi dan mestinya bagus ya kalau bisa dapat sejumlah hambatan yang harus saya atasi. Karena dengan demikian bisa belajar lebih baik lagi untuk bisa maju ke Olimpiade Paris berikutnya (2024)," ujarnya.

Ini adalah pertama kalinya bagi judo Jepang untuk memenangkan Olimpiade untuk keempat kalinya berturut-turut. Abe baru saja mulai berjalan menuju mimpi yang luar biasa.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang) dan upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved