Breaking News:

Virus Corona

Jelang Tahun Ajaran Baru, Pemerintah Saudi Target Semua Pelajar Sudah Divaksin

 Pemerintah Arab Saudi menargetkan semua pelajar sudah divaksin jelang tahun ajaran baru yang akan dimulai pada 29 Agustus mendatang.

/Jeprima
Petugas kesehatan menyuntikan vaksin Covid-19 di Gedung PT Brinks Solutions Indonesia, Jakarta, Sabtu (7/8/2021). PT Brinks Solustions Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengelolaan uang rupiah bekerjasama dengan Ditlantas Polda Metro Jaya menyelenggarakan vaksinasi covid-19 untuk 350 orang terdiri dari karyawan dan keluarga serta masyarakat sekitar, sekaligus upaya Perusahaan guna mendukung program pemerintah mencapai angka herd immunity. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JEDDAH – Pemerintah Arab Saudi menargetkan semua pelajar sudah divaksin jelang tahun ajaran baru yang akan dimulai pada 29 Agustus mendatang.

Dilansir Alarabiya News, pada Senin (9/8/2021) Kementerian Kesehatan Arab Saudi lewat pernyataannya di twitter mengumumkan semua siswa harus menerima dosis pertama vaksin virus corona sebelum 8 Agustus.

Hal ini untuk memastikan bahwa mereka sepenuhnya divaksinasi sebelum dimulainya masa akademik baru.

“Kementerian menekankan perlunya semua siswa laki-laki dan perempuan untuk menerima dosis pertama vaksin virus corona sebelum 8 Agustus sehingga mereka dapat mengambil dosis kedua sebelum awal semester pertama, karena periode antara dua dosis adalah 3 minggu,” tulis Kemenkes Saudi.

Pada hari Minggu, Kementerian Pendidikan dan Kementerian Kesehatan Saudi mengumumkan bahwa semua pegawai sekolah dan siswa berusia 12 tahun ke atas harus divaksinasi penuh sebelum tahun ajaran dimulai.

Masa sekolah baru akan dimulai pada 29 Agustus, dan otoritas Kesehatan setempat ingin memastikan bahwa semua siswa dan anggota staf terlindungi dari penyebaran virus corona.

Baca juga: Arab Saudi Denda Rp 1,9 Miliar bagi Pendatang dari Negara Terinfeksi Tinggi Covid-19

“Kementerian Kesehatan akan menyediakan vaksin, membuat janji temu untuk siswa yang ditargetkan untuk proses imunisasi, selain guru, anggota fakultas dan administrator dari staf pendidikan, dan menyediakan semua kemungkinan yang diperlukan untuk menyelesaikan operasi vaksinasi sebelum awal akademik. tahun,” kata kedua kementerian dalam pernyataan bersama, Minggu.

Lebih dari 27 juta dosis vaksin COVID-19 telah diberikan di seluruh Kerajaan di lebih dari 587 pusat inokulasi sejauh ini, menurut Kementerian Kesehatan.

Mulai 1 Agustus, warga dan warga yang tidak divaksinasi dilarang memasuki fasilitas pemerintah, mal, restoran, kafe, dan dilarang menggunakan transportasi umum.

Tanpa bukti vaksinasi, tidak ada yang akan diizinkan untuk menghadiri acara dan pernikahan dan akan dilarang memasuki salon kecantikan dan toko pangkas rambut.

Langkah itu dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk mengekang wabah virus corona, terutama karena varian virus delta yang lebih parah dan mudah menular mulai menyebar secara global.
 

Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved