Breaking News:

Kasus Serangan Sipil, Bos Yakuza Jepang akan Divonis Hukuman Mati

Terdakwa Nomura dan yang lainnya dituduh melakukan empat serangan yang menargetkan warga, termasuk penembakan tahun 1998.

Editor: Dewi Agustina
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Satoru Nomura (kiri) bos Kudokai Kita Kyushu Jepang dan Fumio Taue (kanan) Chairman, orang nomor dua Kudokai. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Keputusan akan dijatuhkan kepada Satoru Nomura dan Fumio Tagami, eksekutif puncak dari kelompok kejahatan berbahaya yang ditentukan "Kudokai", Selasa (24/8/2021) besok.

Mereka telah dituduh melakukan pembunuhan dan kejahatan lainnya dalam empat kasus serangan sipil.

"Terdakwa pembunuhan adalah Satoru Nomura, Presiden Kudokai, yang paling berkuasa di Kudokai, besok akan diputuskan hukuman mati dan Fumio Tagami, Kaicho, bos nomor dua yang paling berkuasa di Kudokai akan dihukum seumur hidup," ungkap sumber Tribunnews.com, Senin (23/8/2021).

Terdakwa Nomura dan yang lainnya dituduh melakukan empat serangan yang menargetkan warga, termasuk penembakan tahun 1998 terhadap seorang pria yang menjadi kepala koperasi perikanan di Kitakyushu hingga mengakibatkan kematian.

Dalam persidangan sebelumnya, Nomura dan rekan-rekannya secara konsisten membantah tuduhan tersebut dan mengaku tidak bersalah karena "sebagai presiden tidak memiliki wewenang, hanya dekorasi saja."

Di sisi lain, jaksa menunjukkan bahwa "itu adalah kejahatan tersistematis dan pengambilan keputusan atasan sangat diperlukan," dan mencari hukuman mati untuk Nomura serta penjara seumur hidup untuk Taue.

Baca juga: Ditangkap Saat Ngamar di Hotel, Anggota Yakuza Jepang Akhirnya Dibebaskan

Putusan akan dijatuhkan di Pengadilan Distrik Fukuoka mulai pukul 10 pagi besok, Selasa (24/8/2021).

Kelompok Kudokai memang salah satu kelompok yakuza (mafia Jepang) yang paling ditakutkan (berbahaya) di Jepang.

Anggaran kepolisan terbesar dipusatkan untuk menghancurkan Kudokai beberapa tahun lalu dan markas besarnya telah ditutup dan disita negara.

Bahkan telah terjual ke perusahaan Jepang lainnya tahun lalu.

Akibatnya banyak anggotanya terpecah setelah 4 pemimpin utamanya dimasukkan ke penjara dengan tuduhan pembunuhan.

Sementara itu telah terbit buku baru "Rahasia Ninja di Jepang" berisi kehidupan nyata ninja asli di Jepang yang penuh misteri, mistik, ilmu beladiri luar biasa dan tak disangka adanya penguasaan ilmu hitam juga. informasi lebih lanjut ke: info@ninjaindonesia.com

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved