Breaking News:

Virus Corona

Korut Kembangkan Alat PCR Sendiri untuk Tes Covid-19

Media pemerintah Korut mengatakan negara itu telah mengembangkan alat uji PCR sendiri untuk melakukan tes virus corona

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Sanusi
Tribunnews/Herudin
ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, PYONGYANG - Media pemerintah Korea Utara (Korut) mengatakan pada hari Senin waktu setempat bahwa negara itu telah mengembangkan alat uji Polymerase Chain Reaction (PCR) sendiri untuk melakukan tes virus corona (Covid-19).

Langkah ini dilakukan saat pemerintahan negara tersebut tengah meningkatkan upaya untuk mencegah munculnya varian baru yang lebih menular.

Baca juga: Taliban Peringatkan Konsekuensi Jika Pendudukan AS di Afghanistan Diperpanjang

Dikutip dari laman Reuters, Senin (23/8/2021), hingga saat ini Korut mengklaim belum mengkonfirmasi satu pun kasus Covid-19, namun telah memberlakukan beberapa aturan terkait virus tersebut.

Mulai dari menutup perbatasan, membatasi perjalanan hingga memberlakukan tindakan pencegahan yang ketat.

Baca juga: Salah Sebut Nama Presiden Afghanistan, Menlu AS Diejek Tertular Demensia Joe Biden

Negara itu melihat pandemi ini sebagai masalah kelangsungan hidup nasional.

Seperti yang dikutip dari Rodong Sinmun, surat kabar Partai Buruh yang berkuasa di negara itu.

"Sebagai bagian dari upaya anti-virus, para ilmuwan dan teknisi di Akademi Ilmu Pengetahuan Negara telah mengembangkan sistem PCR yang memenuhi standard global untuk kali pertama," kata Rodong Sinmun.

Baca juga: Ikuti Arahan Pemerintah, Smartcolab Turunkan Harga Swab PCR

Peralatan tersebut diperkenalkan sebagai salah satu pencapaian inovasi baru-baru ini yang dikembangkan di bawah desakan Pemimpin tertinggi Korut Kim Jong Un, untuk melokalisasi mesin, peralatan dan bahan di tengah pemberlakuan sanksi internasional dan penutupan perbatasan yang secara tajam mengurangi arus perdagangan.

Perlu diketahui, Korut memang telah menjalankan tes PCR sebagai metode diagnostik standar Covid-19 yang diakui secara internasional.

Baca juga: Siasati Sanksi Internasional, Korea Utara Produksi Peralatan Tes PCR Sendiri

Namun negara tersebut juga tetap menerima bantuan dari luar, termasuk dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Kantor berita resmi KCNA mengatakan pada hari Senin bahwa Korut saat ini tengah meningkatkan pertempurannya melawan virus tersebut untuk 'menangkal masuknya' varian Delta serta Lambda yang diketahui sangat menular dan telah menyebar di seluruh dunia.

"Rencana sedang dilakukan untuk menormalkan desinfeksi dan mencegah pergerakan orang. Sementara untuk bidang pendidikan dan kendali publik sedang diintensifkan untuk memastikan agar semua orang mematuhi aturan, termasuk mengenakan masker di ruang publik," kata KCNA.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved