Breaking News:

Virus Corona

Selandia Baru Laporkan Kasus Kematian Pertama Terkait Vaksin Pfizer

Namun pernyataan dari kementerian itu tidak memberikan rincian terkait berapa usia perempuan tersebut.

shutterstock
Ilustrasi corona virus (Covid-19) 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, WELLINGTON - Selandia Baru pada hari Senin waktu setempat melaporkan apa yang disebut pihak berwenang sebagai kematian pertama yang terkait dengan vaksin virus corona (Covid-19) Pfizer.

Informasi tersebut dirilis oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) negara itu setelah peninjauan dilakukan oleh Dewan Pemantau Keamanan Vaksin Covid-19 Independen tentang kematian seorang perempuan setelah menerima vaksin.

Namun pernyataan dari kementerian itu tidak memberikan rincian terkait berapa usia perempuan tersebut.

"Dewan Pemantau menganggap bahwa kematian perempuan itu karena miokarditis, yang dikenal sebagai efek samping langka dari vaksin Pfizer," kata pernyataan itu.

Baca juga: Wanita di Selandia Baru Meninggal setelah Divaksin dengan Pfizer, Alami Efek Samping Langka

Perlu diketahui, miokarditis merupakan peradangan pada otot jantung yang dapat membatasi kemampuan organ untuk memompa darah dan dapat menyebabkan perubahan ritme detak jantung.

"Ini adalah kasus pertama di Selandia Baru, di mana kematian pada hari-hari setelah vaksinasi dikaitkan dengan vaksin Pfizer," jelas Kementerian Kesehatan Selandia Baru.

Dikutip dari laman Channel News Asia, Senin (30/8/2021), tim media Pfizer di Selandia Baru pun belum memberikan tanggapan terkait temuan ini.

"Kasus tersebut kini telah dirujuk ke koroner, tapi penyebab kematiannya belum ditentukan," kata Kementerian Kesehatan Selandia Baru.

Sementara Dewan Pemantau tetap menganggap bahwa efek munculnya miokarditis kemungkinan karena vaksinasi.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved