Breaking News:

Mantan Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin, Ditunjuk Pimpin Dewan Pemulihan Nasional

Mantan Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin, ditunjuk untuk memimpin Dewan Pemulihan Nasional atas pandemi di Malaysia.

Sound Corner
Muhyiddin Yassin 

TRIBUNNEWS.COM - Mantan Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin ditunjuk sebagai Ketua Dewan Pemulihan Nasional.

Kepala Sekretaris Pemerintah Malaysia, Mohd Zuki Ali menunjuk Yassin pada Sabtu (4/9/2021).

Dikutip dari channelnewsasia.com, Kabinet Malaysia menyetujui penunjukkan tingkat menteri untuk Muhyiddin.

Rapat tersebut dilaksanakan pada Rabu (1/9/2021).

Muhyiddin dipercaya dapat memimpin strategi pemulihan atas dampak ekonomi dan memulihkan kehidupan masyarakat.

"Penunjukkan tersebut telah disampaikan kepada Yang di-Pertuan Agong," kata Mohd Zuki.

Muhyiddin mengundurkan diri sebagai Perdana Menteri Malaysia pada Agustus 2021 lalu lantaran kehilangan dukungan mayoritas di parlemen.

Pria berusia 74 tahun itu meninggalkan jabatannya setelah 17 bulan menjabat sebagai Perdana Menteri Malaysia.

Masa jabatan Muhyiddin tersebut menjadi masa jabatan terpendek sejak kemerdekaan Malaysia pada 1957.

Setelah Muhyiddin mundur, Ismail Sabri Yakoob dari Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) resmi dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia yang baru pada Sabtu (21/8/2021) lalu.

Baca juga: PM Malaysia Dikarantina Setelah Kontak Dengan Pasien Covid-19, Tak Hadir Pelantikan Kabinet

Baca juga: Susunan Kabinet Baru Malaysia: PM Ismail Pertahankan 4 Menteri Senior, Tunjuk Khairy sebagai Menkes

(FILES) Dalam file foto yang diambil pada 9 Maret 2020, Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin memperkenalkan kabinet barunya di Kantor Perdana Menteri di Putrajaya. Partai terbesar dalam koalisi yang berkuasa di Malaysia mengatakan pada 8 Juli 2021 pihaknya menarik dukungan untuk perdana menteri dan mendesaknya untuk mundur guna memberi jalan bagi pemimpin baru.
(FILES) Dalam file foto yang diambil pada 9 Maret 2020, Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin memperkenalkan kabinet barunya di Kantor Perdana Menteri di Putrajaya. Partai terbesar dalam koalisi yang berkuasa di Malaysia mengatakan pada 8 Juli 2021 pihaknya menarik dukungan untuk perdana menteri dan mendesaknya untuk mundur guna memberi jalan bagi pemimpin baru. (Mohd RASFAN / AFP)
Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved