Jumat, 29 Agustus 2025

Amerika vs China

Joe Biden dan Xi Jinping Berbicara Melalui Telepon, Bahas Persaingan Tidak Menjadi Konflik

Presiden AS Joe Biden dan Presiden China Xi Jinping berbicara melalui telepon Jumat (10/9) waktu Beijing dan membahas persaingan tidak jadi konflik

Editor: hasanah samhudi
AFP
Presiden China Xi Jinping (kiri) dan Presiden AS Joe Biden 

Meski tersebut tidak mengungkapkan nama-nama 125 perusahaan yang berpartisipasi dalam survei bulan lalu, keanggotaannya termasuk cabang China dari beberapa merek paling terkenal di Amerika, seperti Boeing, Coca Cola dan Walt Disney.

Baca juga: Laporan Intelijen AS ke Presiden Joe Biden: Belum Dapat Simpulkan Asal-Usul Covid-19

Baca juga: Presiden AS Joe Biden Siap Tampung Sementara Warga Hong Kong di AS, China Langsung Menanggapi

Ketua Kamar Dagang Amerika Serikat di China Greg Gilligan mengatakan Jumat (10/9/2021), selama beberapa tahun terakhir, telah tumbuh kesenjangan antara kedua negara dan pejabat terkait dan seberapa banyak mereka berkomunikasi.

"Jika para pemimpin kedua negara berkumpul dan menjalankan proses itu lagi, itu akan menjadi hal yang baik,” katanya.

Prospek pertemuan tatap muka antara para pemimpin dua ekonomi terbesar dunia terlihat tidak pasti meskipun mereka berbicara melalui telepon pada Kamis malam waktu AS.

Xi tidak bepergian ke luar China dalam sekitar 600 hari karena Beijing mempertahankan kontrol ketat terhadap pandemi virus Corona.

Ini meredam harapan untuk pertemuan dengan Biden di sela-sela Sidang Umum PBB mendatang di New York atau KTT Kelompok 20 (KTT G20) di Italia.

Baca juga: Survei: Orang Norwegia Lebih Takut pada Putin daripada Xi Jinping, Kim Jong Un, dan Biden

Seorang pejabat pemerintah dan diplomat senior Eropa mengatakan, Xi belum mengkonfirmasi kehadirannya pada pertemuan G-20.

Pejabat itu mengutip protokol Covid-19 sebagai alasan Xi tidak dapat hadir secara langsung.

Pembicaraan tingkat tinggi antara utusan tinggi Amerika Serikat, termasuk Menteri Luar Negeri Antony Blinken dan utusan iklim John Kerry, sejauh ini menyoroti ketidaksepakatan dan menghasilkan sedikit hasil. (Tribunnews.com/TST/Xinhua/Hasanah Samhudi)

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan