Breaking News:

Hasil Survei: Minat Olahraga di Jepang Meningkat 10 Persen Setelah Olimpiade dan Paralimpiade

Minat berolahraga warga Jepang mengalami peningkatan 10 persen setelah penyelenggaraan Olimpiade dan Paralimpiade 2020.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Pertunjukan kembang api saat pembukaan Olimpiade 23 Juli 2021. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Minat berolahraga warga Jepang mengalami peningkatan 10 persen setelah penyelenggaraan Olimpiade dan Paralimpiade yang berlangsung sejak 23 Juli 2021 sampai dengan 5 September 2021.

"Hasil survei menunjukkan bahwa ini adalah turnamen yang sangat istimewa yang diadakan di tengah diskusi tentang pro dan kontra dari penyelenggaraannya dan kecemasan yang meluas tentang infeksi virus corona. Saya pikir itu perlu untuk memverifikasi kesadaran dan persepsi ini dan memanfaatkannya di masa depan," ungkap Ikuhiro Sugai dari Divisi YouGov dari Japan Research Center, Selasa (14/9/2021).

Perusahaan jajak pendapat swasta "Japan Research Center" telah melakukan survei mingguan terhadap sekitar 1.000 pria dan wanita sejak Mei mengenai kesadaran publik akan Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo tanggal 6 September setelah Olimpiade/Paralimpiade berakhir.

Di antara mereka, jumlah responden yang menjawab bahwa "minat terhadap olahraga akan meningkat" meningkat lebih dari 10 persen dari sebelum pembukaan menjadi lebih dari 28 persen selama periode Olimpiade dari akhir Juli hingga awal Agustus, dan tetap pada level tinggi 23,1 persen bahkan setelah penutupan hingga saat ini.

Baca juga: Pemda Kamakura Prefektur Kanagawa Jepang Temukan Benda Asing di Dalam Vaksin Pfizer

Persentase responden yang menjawab “pemahaman penyandang disabilitas akan meningkat” sekitar 6 persen sebelum pembukaan, namun setelah ditutup 26,1 persen meningkat sekitar 20 persen, tertinggi sejak survei dimulai.

Di sisi lain, "promosi rekonstruksi di daerah bencana" terkait dengan gagasan turnamen adalah 4,2 persen bahkan setelah penutupan.

Dan "ketidaksetaraan gender berkurang" adalah 6,6 persen, yang tetap lamban dengan hampir tidak ada perubahan dari sebelum pembukaan.

Selain itu, Olimpiade/Paralimpiade dianggap "mengurangi kecemasan tentang virus corona" tetap pada level rendah 4 persen. Artinya masyarakat Jepang tetap cemas dan prihatin cukup tinggi terhadap Covid-19.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang), belajar gratis di sekolah bahasa Jepang di Jepang, serta upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved