Sabtu, 30 Agustus 2025

Korea Utara Uji Coba Rudal Balistik Yang Diluncurkan dari Kereta Api

Korea Utara melakukan uji coba rudal balistrik yang diluncurkan dari kereta api, untuk menghadapi potensi serangan musuh

Editor: hasanah samhudi
STR / KCNA MELALUI KNS / AF
Gambar ini diambil pada 15 September 2021 dan dirilis dari Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) pada 16 September menunjukkan latihan uji tembak resimen rudal yang dibawa kereta api. 

TRIBUNNEWS.COM, SEOUL -  Korea Utara melakukan uji coba rudal yang diluncurkan dari kereta api pada Rabu (15/9/2021).

Kantor berita resmi Korea Utara, KCNA, melaporkan Kamis (16/9/2021) bahwa rudal itu dirancang untuk serangan balasan atas potensi kekuatan luar yang mengancam Korut.

KCNA, seperti dilansir dari Channel News Asia, menyebutkan bahwa rudal-rudal itu melesat dengan kecepatan 800 km sebelum mengenai sasaran di laut, lepas pantai timur Korea Utara.

Pada hari Rabu, pihak berwenang Korea Selatan dan Jepang mengumumkan bahwa mereka telah mendeteksi peluncuran dua rudal balistik dari Korea Utara.

Peluncuran rudal itu hanya beberapa hari setelah uji coba rudal jelajah, yang menurut para analis dapat memiliki kemampuan nuklir.

Baca juga: Diplomat Jepang, AS dan Korea Selatan Bertemu setelah Korea Utara Lakukan Uji Coba Rudal Jarak Jauh

Baca juga: Korea Selatan Uji Rudal Balistik dari Kapal Selam, Korea Utara Tembakkan Dua Rudal Balistik ke Laut

Peluncuran rudal Korea Utara ini dilakukan pada hari yang sama ketika Korea Selatan menguji rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam (SLBM.

Korea Selatan menjadi negara pertama tanpa senjata nuklir yang mengembangkan sistem semacam itu.

Kedua Korea terlibat dalam perlombaan senjata yang semakin panas, dengan kedua belah pihak meluncurkan rudal baru yang lebih mampu dan senjata lainnya.

Uji coba rudal bersenjata nuklir Korea Utara ini memancing kecaman dan keprihatinan internasional.

Amerika Serikat mengatakan Korea Utara telah melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB dan menimbulkan ancaman bagi tetangga Pyongyang.

Baca juga: Korea Selatan Siapkan Rudal Balistik yang Bisa Hancurkan Gudang Senjata Bawah Tanah Korea Utara

Baca juga: Perayaan Sederhana 73 Tahun Korut: Minus Rudal Antarbenua dan Tak Ada Pidato Pemimpin Tertinggi

Korea Utara dikabarkan terus mengembangkan sistem senjatanya.

Tindakan ini meningkatkan taruhan untuk perundingan untuk menghentikan persenjataan nuklir dan rudal balistiknya dengan imbalan keringanan sanksi AS.

KCNA melaporkan, uji coba Korea Utara dilakukan oleh resimen rudal yang diluncurkan melalui kereta api. Resimen ini dibentuk awal tahun ini.

"Sistem rudal yang dibawa kereta api berfungsi sebagai sarana serangan balik yang efisien yang mampu memberikan pukulan balasan kepada pasukan yang mengancam," lapor KCNA mengutip Pak Jong Chon.

Pak Jong Chon adalah seorang marshal Korea Utara dan anggota Presidium Politbiro of Partai Buruh Korea yang berkuasa, yang mengawasi tes tersebut.

Baca juga: Militer Korea Utara Tes Rudal Jelajah yang Bisa Menjangkau Daratan Jepang

Baca juga: Kim Jong Un Ungkap Korut Perlu Bersiap Gelar Dialog dan Konfrontasi dengan AS

Murah dan Tepercaya

Foto-foto yang dirilis oleh media pemerintah menunjukkan sebuah rudal bewarna hijau zaitun melesat meninggalkan kolom asap dan api.

Rudal diluncurkan dari atap kereta yang diparkir di rel di daerah pegunungan.

Sementara Korea Selatan telah melaporkan bahwa rudal-rudal itu ditembakkan dari daerah pedalaman tengah Yangdok.

“Rudal mobile melalui rel KA adalah pilihan yang relatif murah dan andal bagi negara-negara yang ingin meningkatkan kemampuan bertahan kekuatan nuklir mereka,” Adam Mount, seorang rekan senior di Federasi Ilmuwan Amerika, mengatakan di Twitter.

"Rusia melakukannyam, AS mempertimbangkannya, dan sangat masuk akal bagi Korea Utara,” katanya.

Baca juga: Kim Yo-jong Muncul Lagi, Adik Pemimpin Korut Kim Jong-un Itu Kecam Keras Menlu Korsel

Baca juga: Rusia Akan Segera Uji Tembak Sarmat, Rudal Balistik Terbesar di Dunia

Mount dan analis lainnya mengatakan sistem itu kemungkinan menghadapi hambatan karena jaringan kereta api yang kurang andal dan terbatas di Korea Utara.

Namun rudal ini menambah masalah bagi militer asing yang berusaha melacak dan menghancurkan rudal sebelum ditembakkan.

Pak mengatakan, ada rencana untuk memperluas resimen rudal yang dibawa kereta api menjadi kekuatan seukuran brigade dalam waktu dekat.

“Dan akan dilakukan pelatihan untuk mendapatkan pengalaman operasional bagi perang yang sebenarnya,” kata Pak, seperti dilaporkan KCNA.

Ankir Panda, seorang rekan senior pada Carnegie Endowment for International Peace yang berbasis di AS, mengatakan, sistem pengiriman dan peluncuran rudal yang dilakukan Korea Utara ini suatu yang tidak biasa.

Baca juga: Analis Amerika: China Bangun Pangkalan Kedua Bagi Peluncuran Rudal Nuklir

Baca juga: AS Setujui Rencana Penjualan Jet Tempur F-16 dan Rudal Senilai Rp 36 Triliun ke Filipina

"Ini tidak terlalu hemat biaya (terutama untuk negara dengan sumber daya terbatas) dan jauh lebih kompleks secara operasional daripada kekuatan yang lebih ramping dan terintegrasi secara vertikal," katanya di Twitter.

Menurutnya, sistem kereta api yang ditampilkan Korea Utara pada hari Rabu (15/9/2021) mungkin dapat menjadi panggung untuk mengembangkan sistem yang mampu meluncurkan rudal balistik antarbenua (ICBM) bersenjata nuklir yang lebih besar.

Dia juga mencatat bahwa beberapa sistem rudal yang ditampilkan Korea Utara mungkin hanya demonstrasi teknologi, tidak untuk digunakan sepenuhnya. (Tribunnews.com/CNA/Hasanah Samhudi)

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan