Breaking News:

Bunga Higanbana Dipercaya Masyarakat Jepang Memiliki Hubungan dengan Kematian & Simbol Perpisahan

Bunga yang mekar pada akhir musim panas sampai awal musim gugur ini sering dikaitkan dengan hujan lebat.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Lycoris radiata atau Higanbana adalah bunga dari keluarga amaryllis, Amaryllidaceae, subfamili dari Amaryllidoideae. Bunga ini berasal dari Tiongkok, Korea dan Nepal, lalu ke Jepang kemudian ke Amerika hingga akhirnya ke seluruh dunia. Bunga ini diperkirakan dinaturalisasi di Seychelles dan di Kepulauan Ryukyu. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Sekitar 10.000 amarilis tandan putih dan kuning atau Higanbana bermekaran di Kuil Shokoji di Kota Chikujo, Prefektur Fukuoka, Jepang.

Keindahan bunga ini dapat dinikmati sampai sekitar tanggal 23 September 2021 yang disebut Hari Ekuinoks Musim Gugur.

Sekitar 60 tahun yang lalu, penduduk setempat menanam umbi di sawah.

Karena pengaruh virus corona, "festival amarilis klaster putih" tahunan telah dibatalkan setelah tahun lalu.

"Saya ingin Anda melihat bunga-bunga bermekaran penuh saat mengambil tindakan untuk melawan penyebaran virus corona di sini," papar Tajima, seorang pengelola bunga tersebut kepada Tribunnews.com, Senin (20/9/2021).

Lycoris radiata atau Higanbana adalah bunga dari keluarga amaryllis, Amaryllidaceae, subfamili dari Amaryllidoideae. Bunga ini berasal dari Tiongkok, Korea dan Nepal, lalu ke Jepang kemudian ke Amerika hingga akhirnya ke seluruh dunia. Bunga ini diperkirakan dinaturalisasi di Seychelles dan di Kepulauan Ryukyu.
Lycoris radiata atau Higanbana adalah bunga dari keluarga amaryllis, Amaryllidaceae, subfamili dari Amaryllidoideae. Bunga ini berasal dari Tiongkok, Korea dan Nepal, lalu ke Jepang kemudian ke Amerika hingga akhirnya ke seluruh dunia. Bunga ini diperkirakan dinaturalisasi di Seychelles dan di Kepulauan Ryukyu. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Higanbana adalah bunga dari keluarga amaryllis, Amaryllidaceae, subfamili dari Amaryllidoideae.

Bunga ini berasal dari Tiongkok, Korea dan Nepal, lalu ke Jepang kemudian ke Amerika hingga akhirnya ke seluruh dunia.

Bunga ini diperkirakan dinaturalisasi di Seychelles dan di Kepulauan Ryukyu.

Bunga yang mekar pada akhir musim panas sampai awal musim gugur ini sering dikaitkan dengan hujan lebat.

Bunga ini memiliki umbi yang beracun sehingga sering digunakan di dekat tanaman lain dan kuburan untuk mengusir hama yang mengganggu.

Baca juga: Kandidat LDP Jepang Taro Kono Ingatkan Indonesia Punya Energi Panas Bumi Terbesar Kedua di Dunia

Walaupun berasal dari Tiongkok, tetapi hanya varietas betinanya yang hadir di Jepang, jadi bunga ini hanya tumbuh dari umbinya dan tidak bereproduksi dengan serbuk sari.

Uniknya lagi, bunga dan daun dari tanaman ini tidak pernah terlihat bersama lantaran daunnya baru tumbuh setelah bunganya layu.

Karena itu bunga ini tidak hanya dipercaya memiliki hubungan dengan kematian, namun juga simbol perpisahan, kekasih yang tidak akan pernah berjumpa.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang), belajar gratis di sekolah bahasa Jepang di Jepang, serta upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved