Presiden Biden Ajak Macron Segera Bahas Kesepakatan Kapal Selam Australia

Presiden AS Joe Biden dilaporkan meminta diadakan pembicaraan telepon dengan Presiden Emmanuel Macron terkait kesepakatan kapal selam dengan Australia

Editor: hasanah samhudi
BRENDAN ESPOSITO / POOL / AFP
Foto yang diambil pada 2 Mei 2018 menunjukkan Presiden Prancis Emmanuel Macron (dua dari kiri) dan Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull (dua dari kanan) berdiri di dek HMAS Waller, kapal selam kelas Collins yang dioperasikan oleh Angkatan Laut Australia, di Garden Island di Sydney. 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden AS Joe Biden dan Presiden Prancis Emmanuel Macron akan berbicara dalam waktu dekat terkait kesepakatan kapal selam nuklir Amerika Serikat baru-baru ini dengan Australia.

Juru Bicara Pemerintah Prancis, Gabriel Attal, Minggu (19/9/2021) mengatakan bahwa Biden telah meminta adanya pembicaraan telepon dengan Macron itu.

Kesepakatan tiga negara itu yang disebut Kepakatan AUKUS itu membuat Prancis kehilangan kontrak penyediaan teknologi kapal selam ke Australia senilai puluhan miliar dolar AS

"Yang dipertaruhkan dalam krisis ini adalah strategi (di Pasifik), yang lebih penting daripada pertimbangan komersial," kata Attal. "Ini yang akan kita bahas,” katanya.

Macron akan meminta "klarifikasi" kepada presiden AS setelah pengumuman pakta pertahanan AS-Australia-Inggris yang mendorong pembatalan kontrak besar Canberra untuk kapal Prancis diesel-listrik.

Baca juga: Merasa Dikhianati, Prancis Tarik Duta Besar di AS dan Australia Buntut Kesepakatan soal Kapal Selam

Baca juga: Prancis Merasa Ditikam Dari Belakang, Tuduh AS Gagalkan Kesepakatannya dengan Australia

"Kami ingin penjelasan," kata Attal. AS harus menjawab untuk "apa yang tampak seperti pelanggaran besar kepercayaan".

Amerika Serikat, Australia dan Inggris hari Rabu (15/9/2021) lalu mengumumkan pembentukan kemitraan keamanan trilateral yang dikenal sebagai AUKUS.

Inisiatif pertama adalah mengirimkan armada kapal selam bertenaga nuklir untuk Australia.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan kapal selam non-senjata nuklir itu akan dibangun di Adelaide, Australia, "bekerja sama erat dengan Inggris dan Amerika Serikat"

Prancis menanggapi pada hari Jumat (17/9/2021) dengan menarik pulang duta besarnya untuk Amerika Serikat Philippe Etienne dan Duta Besar untuk Australia Jean-Pierre Thébault.

Baca juga: China Geram dan Prancis Merasa Dikhianati dengan Aliansi Terbaru AS-Inggris-Australia

Baca juga: AS, Inggris, dan Australia Umumkan Aliansi Pertahanan Indo-Pasifik Baru

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian menilai kesepakatan tiga negeri itu sebagai tindakan yang tidak dapat diterima antara sekutu dan mitra.

Ia mengatakan Australia gagal memberikan informasi yang sepatutnya.

Morrison pada hari Minggu mengatakan dia telah membuat Prancis tahu akan kekhawatiran Australia dengan kesepakatan itu, meskipun hanya memberi tahu mereka tentang kesepakatan baru pada hari itu diumumkan.

“Saya pikir mereka sangat tahu bahwa kami memiliki kekhawatiran yang mendalam dan serius bahwa kemampuan yang diberikan oleh kapal selam Kelas Serang tidak akan memenuhi kepentingan strategis kami,” kata Morrison kepada wartawan.

Halaman
12
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved