Konflik di Afghanistan

Amerika Serikat Selidiki Laporan Ashraf Ghani Bawa Jutaan Dolar Saat Kabur dari Kabul

Amerika Serikat menyelidiki laporan Ashraf Ghani membawa jutaan dolar saat kabur dari Kabul Agustus lalu

Editor: hasanah samhudi
PRESS OFFICE OF PRESIDENT OF AFGHANISTAN / AFP
Foto resmi yang diambil pada 7 Agustus 2020 dan dirilis oleh Kantor Pers Presiden Afghanistan, memperlihatkan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani memberi isyarat jari telunjuk saat ia berbicara pada hari pertama pertemuan akbar majelis Loya Jirga di Aula Loya Jirga di Kabul. Ribuan warga Afghanistan memulai pertemuan selama tiga hari di Kabul pada 7 Agustus untuk memutuskan apakah akan membebaskan sekitar 400 tahanan Taliban. 

TRIBUNNEWS.COM – Amerika Serikat menyelidiki laporan bahwa mantan presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, membawa uang jutaan dolar AS saat melarikan diri dari Kabul pertengahan Agustus lalu.

Inspektur Jenderal Khusus untuk Rekonstruksi Afghanistan (SIGAR) AS, John Sopko mengatakan bahwa kantornya akan menyelidiki tuduhan terhadap Ashraf Ghani itu.

Ghani mengatakan dia meninggalkan Kabul untuk mencegah pertumpahan darah dan membantah laporan bahwa dia membawa sejumlah besar uang.

Namun spekulasi terus berlanjut, dan Kongres meminta tim Sopko untuk menyelesaikannya.

"Itu belum kami buktikan. Kami sedang dalami. Sebenarnya Komisi Pengawas dan Reformasi Pemerintah sudah meminta kami untuk memeriksa itu," kata Sopko kepada subkomite DPR, Rabu (6/10/2021), seperti dilansir dari BBC.

Baca juga: Diplomat Rusia: Presiden Afghanistan Melarikan Diri Dengan Bawa Mobil Penuh Uang Tunai

Baca juga: Presiden Afghanistan Ashraf Ghani Muncul ke Publik, Bantah Tudingan Curi Kas Negara Rp 2,4 T

Ghani dikritik keras karena melarikan diri ketika militan Islam Taliban mencapai pinggiran Kabul pada Agustus.

SIGAR telah lama menyelidiki penipuan, pemborosan dan penyalahgunaan selama pembangunan besar-besaran di Afghanistan, yang berakhir saat pasukan AS keluar dan Taliban menguasai negara itu.

Sopko menyarankan kepada subkomite Komite Urusan Luar Negeri DPR yang mengawasi bantuan pembangunan bahwa kegagalan proyek AS seharusnya tidak mengejutkan, mengingat korupsi yang merajalela dan salah urus.

“Korupsi tumbuh begitu luas sehingga pada akhirnya mengancam misi keamanan dan rekonstruksi di Afghanistan,” katanya kepada panel DPR.

Rapat dengar pendapat di Kongres adalah satu dari serangkaian evaluasi penarikan AS dan ke depannya.

Baca juga: Presiden Ashraf Ghani Minta Maaf pada Warga Afghanistan, Sebut Melarikan Diri demi Perdamaian

Baca juga: Taliban Salahkan Ashraf Ghani yang Tinggalkan Afghanistan, Dianggap Jadi Penyebab Kekacauan Negara

“Kami dapat mengambil pelajaran dari zona konflik lain,” kata Perwakilan Joaquin Castro, ketua subkomite Demokrat.

Amerika Serikat dan negara-negara lain telah memutuskan hampir semua bantuan ke Afghanistan.

"Ini adalah masa-masa sulit bagi kita semua yang peduli dengan masa depan rakyat Afghanistan, terutama warga Afghanistan yang membantu AS dan sekutunya selama 20 tahun terakhir," kata Sopko.

Dia mengatakan semua staf SIGAR, termasuk staf Afghanistan yang dipekerjakan secara lokal, dievakuasi dengan aman dari Kabul.

Rusia dan pihak lainnya menuduh Ghani mengisi helikopter yang digunakan untuk melarikan diri dengan uang tunai.

Baca juga: 3 Sosok Dinilai Jadi Penyebab Runtuhnya Afghanistan: Donald Trump, Joe Biden, dan Ashraf Ghani

Baca juga: Joe Biden Sempat Telepon Ashraf Ghani sebelum Taliban Berkuasa: Kami akan Terus Beri Bantuan

Ghani membantah melakukannya dalam sebuah video yang direkam setelah dia muncul di Uni Emirat Arab. Dia mengatakan tuduhan itu "sepenuhnya salah." (Tribunnews.com/Alarabiya/HindustanTimes/Hasanah Samhudi)

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved