Jumat, 29 Mei 2026

Konflik di Afghanistan

Presiden Ashraf Ghani Minta Maaf pada Warga Afghanistan, Sebut Melarikan Diri demi Perdamaian

Mantan Presiden Ashraf Ghani meminta maaf kepada warga Afghanistan karena telah melarikan diri ketika negara itu dikepung Taliban.

Tayang:
Penulis: Rica Agustina
Facebook Ashraf Ghani via The Straits Time
Kemunculan Ashraf Ghani untuk pertama kalinya lewat video di Facebook, Rabu (18/8/2021), setelah ia pergi meninggalkan Afghanistan. Ghani pergi dari Afghanistan di tengah kepanikan rakyatnya usai Taliban menguasai ibu kota Kabul. - Mantan Presiden Ashraf Ghani meminta maaf kepada warga Afghanistan karena telah melarikan diri ketika negara itu dikepung Taliban, Rabu (8/9/2021). 

TRIBUNNEWS.COM - Mantan Presiden Ashraf Ghani memberikan konfirmasi mengenai kepergiannya yang diduga membawa helikopter penuh uang tunai dari Afghanistan.

Dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan di Twitter pada Rabu (8/9/2021), Ghani menyampaikan permohonan maaf kepada warga Afghanistan.

Ghani meminta maaf atas pemerintahannya yang berakhir dengan kepergiannya dari Afghanistan pada 15 Agustus 2021.

Dikutip dari Al Jazeera, kepergiannya yang terjadi setelah Taliban memasuki ibu kota Kabul adalah untuk menghindari risiko pertempuran, jelas Ghani.

Ghani pun membantah kabar yang menyebutkan bahwa dirinya membawa uang tunai menggunakan helikopter dan empat mobil.

Baca juga: Berkunjung ke Indonesia, Menhan dan Menlu Australia Bahas Pemulihan Pandemi Hingga Isu Afghanistan

"Meninggalkan Kabul adalah keputusan paling sulit dalam hidup saya, tapi saya percaya itu satu-satunya cara untuk membungkam senjata dan menyelamatkan Kabul dan 6 juta warganya," kata Ghani.

Ghani mengatakan, dia siap diselidiki untuk membuktikan bahwa dia tidak bersalah.

Untuk diketahui, klaim Ghani membawa kabur uang tunai berasal dari mantan duta besar Afghanistan untuk negara tetangga Tajikistan, Zahir Aghbar.

Aghbar menuduh Ghani membawa sekitar 169 juta dolar ketika meninggalkan negara itu.

Lebih lanjut, Ghani, yang saat ini berada di Abu Dhabi, menyesalkan bahwa, seperti para pendahulunya, dia juga tidak mampu membawa perdamaian dan kemakmuran ke negara yang dilanda perang itu.

Baca juga: Taliban Sebut Wanita Afghanistan akan Dilarang Memainkan Permainan Olahraga, Dianggap Tidak Penting

"Dengan penyesalan yang mendalam dan mendalam bahwa saya sendiri berakhir dengan tragedi yang sama dengan pendahulu saya," katanya.

"Saya meminta maaf kepada orang-orang Afghanistan bahwa saya tidak bisa mengakhirinya dengan cara yang berbeda," tambahnya.

Untuk diketahui, pejuang Taliban mengambil alih Kabul setelah serangan kilat diluncurkan pada Mei saat Amerika Serikat dan NATO mulai menarik pasukan.

Dalam waktu 10 hari sebelum merebut Kabul, Taliban telah merebut serangkaian kota lain.

Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan outlet Afghanistan TOLO News, Ghani telah mengatakan kepadanya malam sebelum dia meninggalkan Afghanistan bahwa dia siap untuk berperang sampai mati.

Ledakan keras kembali terdengar di ibukota Afghanistan, Kabul pada Minggu (29/8/2021).
Ledakan keras kembali terdengar di ibukota Afghanistan, Kabul pada Minggu (29/8/2021). (Najiba/AFP)
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved