Breaking News:

Gempa di Tokyo

Gempa di Jepang, 3 Orang Dilaporkan Luka Berat, 29 Lainnya Luka Ringan

Listrik di ratusan rumah yang berada di Shinjuku Shinagawa dan beberapa tempat lain sempat padam beberapa detik.

Editor: Dewi Agustina
Foto udara Mainichi
Antrean panjang di stasiun kereta api Kawaguchi, Jumat (8/10/2021) pagi pasca gempa bumi Kamis (7/10/2021) malam. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Sekretaris Kabinet Jepang, Hirokazu Matsuno mengatakan setidaknya 3 orang mengalami luka berat, 29 luka ringan dan ratusan rumah mengalami padam listrik akibat gempa berkekuatan 5,9 Magnitudo yang terjadi Kamis (7/10/2021) jam 22.41 waktu Jepang.

"Saat ini, kami telah menerima laporan dari berbagai badan pemerintah, setidaknya 3 orang luka berat dan 29 luka ringan. Listrik sempat padam kemarin malam, tetapi tidak ada informasi tentang pemadaman listrik lama, pemadaman air, dan masalah komunikasi. Kebocoran air telah terjadi di berbagai tempat karena kerusakan pipa air, dan pemulihan darurat sedang berlangsung secara berurutan," ungkap Sekretaris Kabinet Hirokazu Matsuno saat konferensi pers, Jumat (8/10/2021).

Kamis malam, untuk pertama kalinya dalam 10 tahun terakhir, gempa besarmengguncang daerah Kanto, Tokyo dan sekitarnya dengan kekuatan di atas magnitudo 5.

Jumat (8/10/2021) hingga pukul 9 pagi waktu Jepang stasiun kereta di Tokyo masih dipadati penumpang. Kereta api terlambat 50 menit gara-gara gempa besar Tokyo, Kamis (7/10/2021) jam 22.41 waktu Jepang.
Jumat (8/10/2021) hingga pukul 9 pagi waktu Jepang stasiun kereta di Tokyo masih dipadati penumpang. Kereta api terlambat 50 menit gara-gara gempa besar Tokyo, Kamis (7/10/2021) jam 22.41 waktu Jepang. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Listrik di ratusan rumah yang berada di Shinjuku Shinagawa dan beberapa tempat lain sempat padam beberapa detik.

"Pagi-pagi 13 helikopter dari masing-masing kementerian dan lembaga pemerintah memeriksa kerusakan, termasuk di pegunungan dan perbukitan, tetapi tidak ditemukan kerusakan khusus," tambah Hirokazu Matsuno.

Dari polisi dan pemadam kebakaran, tidak ada kerusakan khusus yang ditemukan dalam laporan dari lapangan.

"Kami akan terus bekerja sama dengan pemerintah daerah yang terkena bencana untuk mengumpulkan informasi dan mengambil semua tindakan yang mungkin untuk menanggapi bencana, seperti memastikan postur yang diperlukan sesuai dengan situasi kerusakan," ujar dia.

Baca juga: Cerita Jerome Polin Terjebak di Kereta Akibat Gempa Besar di Jepang, Habiskan Waktu dengan Belajar

Akibat gempa yang cukup besar itu banyak penumpang kereta api akhirnya harus berjalan kaki selama berjam-jam untuk pulang ke rumahnya karena kereta api di Tokyo dan sekitarnya berhenti total sampai sekitar jam 1 pagi dini hari tadi.

Beberapa blok pagar bangunan roboh di Lawaguchi Prefektur Saitama kemarin akibat gempa.

Tidak ada korban meninggal dan para WNI yang ada di Tokyo dan sekitarnya juga dalam keadaan sehat.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang), belajar gratis di sekolah bahasa Jepang di Jepang, serta upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved