Breaking News:

Ledakan di Beirut

Aksi Protes di Beirut Berujung Fatal, Setidaknya 5 Pengunjuk Rasa Tewas Tertembak

Kerusuhan pecah di Beirut, Lebanon, menewaskan 5 pengunjuk rasa. Aksi demonstrasi dilakukan untuk menuntut pemecatan hakim yang dianggap bias

ANWAR AMRO / AFP
Seorang pejuang Syiah membidik target selama bentrokan di daerah Tayouneh, di pinggiran selatan ibukota Beirut, pada 14 Oktober 2021. Tembakan menewaskan sedikitnya 5 orang dan melukai 20 orang pada unjuk rasa di Beirut yang digelar oleh gerakan Syiah Hizbullah dan Amal untuk menuntut pemecatan penyelidik utama ledakan di Beirut. 

Pernyataan itu juga memperingatkan akan menembak siapa pun yang membawa senjata, mendesak orang-orang untuk tetap di rumah mereka.

Tembakan keras meletus ketika para pendukung kelompok Syiah mencoba untuk menyeberangi bundaran Tayouneh.

Bundaran Tayouneh terletak di perbatasan antara wilayah yang didominasi Syiah dan Kristen dan pernah menjadi garis depan dalam perang saudara 1975-90 di negara itu.

Rekaman video menunjukkan tembakan senjata berat dan bentrokan antara tentara Lebanon dan orang-orang bersenjata tak dikenal di dekat daerah Ain al-Romaneh, yang didominasi oleh orang-orang yang dianggap sebagai pendukung 14 Maret, lawan politik Hizbullah.

Tentara-tentara terlihat menembakkan senapan mesin otomatis dari atas kendaraan lapis baja ke arah gedung tempat para perusuh berlindung.

Beberapa menit kemudian, dua ledakan terdengar di dekat lokasi bentrokan, diikuti oleh penarikan pasukan yang ditempatkan di dekatnya, menurut laporan berita lokal.

Dalam sebuah pernyataan, Perdana Menteri Najib Mikati mengimbau agar masyarakat tetap tenang.

Ia juga mendesak orang-orang "untuk tidak terseret ke dalam perselisihan sipil".

Gambar selebaran yang disediakan oleh situs web Angkatan Darat Lebanon pada 14 Oktober 2021 memperlihatkan Perdana Menteri Lebanon Najib Mikati (kiri) bertemu dengan Panglima Angkatan Darat Lebanon Joseph Aoun (kedua dari kiri) dan pejabat militer lainnya di kementerian pertahanan di Yarze, di pinggiran timur ibukota Beirut.
Gambar selebaran yang disediakan oleh situs web Angkatan Darat Lebanon pada 14 Oktober 2021 memperlihatkan Perdana Menteri Lebanon Najib Mikati (kiri) bertemu dengan Panglima Angkatan Darat Lebanon Joseph Aoun (kedua dari kiri) dan pejabat militer lainnya di kementerian pertahanan di Yarze, di pinggiran timur ibukota Beirut. (STRINGER / Lebanese Army Website / AFP)

Juru bicara istana kepresidenan mengatakan presiden Michel Aoun telah menghubungi Mikati, menteri dalam negeri dan militer serta kepala tentara untuk menenangkan situasi di Beirut.

Hizbullah dan sekutunya, kelompok Gerakan Syiah Amal,kemudian mengeluarkan pernyataan yang mengkonfirmasi pendukung mereka ditembaki oleh orang-orang bersenjata di atap gedung.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved