Kisah menyerahnya raja bandit India dan gerombolannya yang sangat ditakuti
Dikisahkan 40 tahun lalu, seorang fotografer menghabiskan waktu selama seminggu mengikuti 'raja bandit' yang ditakuti di India, Malkhan Singh.
Baca juga:
- Pastor dan biarawati Katolik di India dipenjara karena kasus pembunuhan
- Diblokir, dana untuk pelaku pembunuhan Muslim di India bermotif 'jihad cinta'
- Masih hidup tapi diklaim sudah mati, modus merebut tanah warisan
Mereka tidur di tempat terbuka. Panjiar mengatakan seorang anggota geng membawa AK-47, sementara yang lain membawa karabin dan senapan.
Panjiar menyebut Singh sebagai kisah klasik di Chambal. Dia adalah seorang pria muda kasta rendah yang mengaku mengumpulkan senjata agar dihormati, melindungi diri, dan membalas dendam terhadap penyiksanya--seorang laki-laki dari kasta yang lebih tinggi.
Selama hampir seminggu, Panjiar menggunakan kamera Pentax miliknya dan kamera Nikon yang dia pinjam untuk memotret geng Singh. Beberapa dari gambar-gambar langka ini muncul dalam buku barunya, That Which Is Unseen.
Penyerahan diri Singh akhirnya terjadi di depan puluhan ribu orang pada Juni 1982. Salah satu syaratnya, Singh tidak mau ada anggota gengnya yang dijatuhi hukuman mati.
"Dia datang seperti pahlawan penakluk. Tinggi dan kurus, mengenakan seragam polisi yang dia lawan selama bertahun-tahun. Penyerahan senjata raja bandit Malkhan Singh di Kota Bhind di Madhya Pradesh memukau 30.000 orang yang melihatnya, seperti menyaksikan kemenangan Romawi," sebut majalah India Today melaporkan.
Singh tidak memiliki selera humor, kenang Panjiar. Setelah dia menyerah, para jurnalis menghujaninya dengan pertanyaan dalam bahasa Hindi: "Aap ko kaisa lag raha hai? (Bagaimana perasaanmu sekarang?)" Singh akan mengulangi kalimat yang sama ketika dia bertemu Panjiar dan rekan-rekannya.
Akhirnya, Malkhan Singh dan anggota gengnya dihukum karena berbagai kejahatan yang dituduhkan kepada mereka, dan dikirim ke "penjara terbuka" di negara bagian tersebut. Singh menghabiskan waktu beberapa tahun di penjara.
Sekarang usianya 78 tahun. Ia berkarier di bidang politik dan dalam beberapa tahun terakhir berkampanye untuk Partai nasionalis Hindu Bharatiya Janata (BJP) yang berkuasa.
"Saya bukan perampok. Saya 'baagi' (pemberontak), yang mengangkat senjata untuk dihormati dan melindungi diri. Saya tahu siapa perampok sejati dan juga tahu bagaimana menghadapinya," katanya pada 2019.
Prashant Panjiar adalah fotografer dan penulis India terkemuka, yang terbaru, dari That Which Is Unseen (Navajivan Trust)