Breaking News:

Baru 21,49 Persen Pemilih Menggunakan Hak Suaranya di Pemilihan Majelis Rendah Jepang

Hingga Minggu pukul 14.00 sebanyak 21,49 persen masyarakat telah menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan majelis rendah Jepang.

Editor: Dewi Agustina
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Dua polisi Jepang di markas besar kepolisian Tokyo sedang memegang papan tim khusus kepolisian yang akan menangani kasus-kasus pelanggaran pemilu di Jepang menjelang pemilu nasional. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang mengumumkan hingga Minggu (31/10/2021) pukul 14.00 sebanyak 21,49 persen masyarakat telah menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan majelis rendah Jepang.

Jumlah itu turun 0,34 poin dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 21,83 persen.

Di sisi lain, pemungutan suara awal pada tanggal 29 Oktober adalah sekitar 15 persen pemilih (per tanggal 18 Oktober), yaitu sekitar 1 poin lebih tinggi dari waktu sebelumnya.

Per 18 Oktober, jumlah pemilih adalah 156.222.759. Jumlah pemilih terbanyak di Prefektur Yamagata.

Saat ini ada 16.967 TPS nasional yang akan memajukan waktu penutupan.

Ada 257 tempat lebih banyak dari pemilihan DPR sebelumnya pada tahun 2017.

Baca juga: Restoran di Jepang Beri Diskon Harga Makanan Bagi Masyarakat yang Ikut Pemilu

Di Prefektur Ibaraki, waktu penutupan dimajukan 1 hingga 2 jam di 1.294 TPS dari 1.368 TPS yang ada.

Beberapa pemerintah daerah di Prefektur Miyazaki memiliki tempat pemungutan suara di mana pemungutan suara berakhir pada jam 4 sore ini. Padahal umumnya sampai jam 8 malam.

Poster pemilu berbagai calon mulai ditempel di berbagai tempat termasuk di dinding sebuah toko di Tokyo, Sabtu (16/10/2021).
Poster pemilu berbagai calon mulai ditempel di berbagai tempat termasuk di dinding sebuah toko di Tokyo, Sabtu (16/10/2021). (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Menurut rangkuman Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi, jumlah TPS sebanyak 46.466, turun 1.275 dari sebelumnya.

Mengurangi jumlah TPS dan mempersingkat waktu TPS ditujukan untuk mengurangi biaya.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang), belajar gratis di sekolah bahasa Jepang di Jepang, serta upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved