Breaking News:

Pemilik Tanah Pertanian Strawberry di Jepang Merasa Terbantu, Puji Cara Kerja Pemagang Indonesia

Kazutoshi Murata memuji tenaga kerja Indonesia yang membantu di tanah pertaniannya selama lebih dari 5 tahun terakhir ini.

Editor: Dewi Agustina
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Enam orang pemagang dari Indonesia di Murata Noen (tanah pertanian Murata) di Ibaraki, Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kazutoshi Murata memuji tenaga kerja Indonesia yang membantu di tanah pertaniannya selama lebih dari 5 tahun terakhir ini.

Kazutoshi Murata adalah pemilik tanah pertanian dan CEO Murata Noen yang mengembangkan Ichigo atau strawberry berkualitas tinggi.

"Mereka pekerja yang rajin dan cepat tanggap, cepat mengerti kalau diajarkan," papar Murata khusus kepada Tribunnews.com, Selasa (9/11/2021).

Setiap tahun Murata mempekerjakan 2 orang pemagang Indonesia.

Namun tahun 2021 ini seharusnya ada 3 orang lagi tiba tetapi karena pandemi Covid-19 jadi terhambat setahun.

"Belum tahu yang 3 orang itu bakal masuk Jepang atau tidak. Kita kekurangan tenaga kerja di sini, apalagi menghadapi Natal banyak pesanan Ichigo," lanjutnya.

Kazutoshi Murata, CEO Murata Noen di Konaji, Hokota, Prefektur Ibaraki, Jepang.
Kazutoshi Murata, CEO Murata Noen di Konaji, Hokota, Prefektur Ibaraki, Jepang. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Di Sisi lain Murata merasa sedih atas peristiwa kaburnya 5 orang pekerja Indonesia.

"Mereka diajak broker Indonesia yang saya tidak tahu untuk kabur. Setelah kabur saya langsung lapor kepada kepolisian sebagai orang yang hilang. Empat orang tertangkap dan satu orang masih dalam pencarian," lanjutnya.

Diakuinya ada beberapa pemagang yang bekerja kepadanya mengakui meminjam uang banyak di Indonesia supaya bisa diberangkatkan ke Jepang.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved