Breaking News:

Konflik di Afghanistan

Tak Ingin Bayinya Ikut Terdesak, Pasutri Afghanistan Menitipkannya ke Tentara AS, tapi Kini Hilang

Bayi milik pasutri Afghanistan ini menghilang setelah sempat dititipkan ke tentara AS.

AFP
Seorang petugas medis yang ditugaskan di Divisi Lintas Udara ke-82 Amerika Serikat membantu wanita Afghanistan dan anaknya dalam evakuasi non-tempur di Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Rabu (25/8/2021). 

TRIBUNNEWS.COM - Pasangan suami istri serahkan bayinya kepada tentara AS saat terjadi kekacauan di Bandara Kabul Agustus lalu.

Namun, keberadaan sang bayi justru tak diketahui.

Dilansir NBC News, 19 Agustus lalu, Mirza Ali Ahmadi dan istrinya, Suraya, beserta lima anak mereka, terjebak di situasi kacau di mana banyak warga Afghanistan berebut memasuki bandara untuk menaiki pesawat evakuasi.

Dari balik pagar di dalam bandara, tentara AS menanyai mereka apa ada yang bisa mereka bantu.

Mirza Ali khawatir pada Sohail, bayinya yang berusia 2 tahun, terjebak desak-desakan.

Baca juga: POPULER Internasional: Festival Musik Tewaskan 8 Orang | Aktivis Perempuan Afghanistan Ditembak Mati

Baca juga: Aktivis Hak-hak Perempuan di Afghanistan Ditembak Mati, Peluru Menembus Organ Vital

Ia lantas menyerahkan bayi mereka ke tentara itu.

Keduanya berpikir mereka akan segera sampai ke pintu masuk, yang hanya berjarak sekitar 5 meter.

Tetapi pada saat itu, kata Mirza Ali, Taliban mulai mendorong kembali ratusan pengungsi yang ingin meninggalkan negara.

Butuh waktu lebih dari setengah jam bagi Mirza Ali untuk sampai ke seberang pagar bandara.

Namun, begitu mereka berada di dalam, Sohail tidak bisa ditemukan di mana pun.

Tentara AS berjaga di balik kawat berduri ketika warga Afghanistan duduk di pinggir jalan dekat bagian militer bandara di Kabul pada 20 Agustus 2021, berharap untuk melarikan diri dari negara itu setelah militer Taliban mengambil alih Afghanistan.
Tentara AS berjaga di balik kawat berduri ketika warga Afghanistan duduk di pinggir jalan dekat bagian militer bandara di Kabul pada 20 Agustus 2021, berharap untuk melarikan diri dari negara itu setelah militer Taliban mengambil alih Afghanistan. (Wakil KOHSAR / AFP)
Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved