Breaking News:

Fraksi Mantan PM Jepang Shinzo Abe Terbentuk, Terbesar di Dalam Partai Liberal Demokrat

Fraksi Hosoda, faksi terbesar dari Partai Demokrat Liberal (LDP) mengadakan rapat umum anggotanya di markas besar partai LDP hari Kamis ini (11/11/202

Richard Susilo
Mantan PM Jepang Shinzo Abe ketika memberikan pengarahan kepada anggota fraksi Abe partai Liberal Demokrat (LDP) saat pembentukan fraksi Abe hari Kamis ini (11/11/2021) 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Fraksi Hosoda, faksi terbesar dari Partai Demokrat Liberal (LDP) mengadakan rapat umum anggotanya di markas besar partai LDP hari Kamis ini (11/11/2021).

Secara resmi memutuskan untuk mengembalikan mantan Perdana Menteri Shinzo Abe ke faksi tersebut dan mengambil alih jabatan ketua Hiroyuki Hosoda yang menjadi ketua DPR majelis rendah.

"Fraksi Abe" diluncurkan mulai Kamis ini (11/11/2021) dan Shinzo Abe mengungkapkan, "Saya ingin melakukan yang terbaik bersama Anda untuk mewariskan Jepang, yang merupakan kebanggaan generasi berikutnya."

Dia juga menyinggung amandemen konstitusi dan menyerukan "amandemen konstitusi adalah kebijakan partai sejak partai didirikan. Kami akan memimpin diskusi."

Abe meninggalkan faksi Machimura, pendahulu faksi Hosoda, dengan penunjukannya sebagai  Presiden partai pada tahun 2012.

Menarik membahas persaingan antar fraksi di dalam LDP melalui grup pecinta Jepang dapat gabung gratis melalui info@tribun.in

Meskipun dia non-faksi setelah pengunduran diri sebagai perdana menteri pada September 2008, harapan untuk kembali dan pengangkatannya sebagai ketua, keinginan tersebut meningkat di dalam fraksi.

Akhirnya baru hari ini terbentuk fraksi Abe dan semua anggota fraksi Hosoda pun bergabung ke fraksi Abe sehingga total anggota fraksi Abe menjadi 93 orang, fraksi terbesar di dalam partai LDP selain fraksi lain yang ada seperti fraksi Nikai, fraksi Aso, fraksi Kishida dan lainnya.

Dalam kata sambutannya Shinzo Abe juga akan meminta PM Jepang sekarang mengungkapkan angka 30 triliun yen yang akan dipakai untuk antisipasi pandemi corona saat ini.

"Wajar dan wajib dijelaskan secara terbuka anggota 30 triliun yen tersebut kepada masyarakat," tekan Abe Kamis ini (11/11/2021).

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved