Virus Corona
Inggris Izinkan Perjalanan Bebas Karantina bagi Wisatawan yang Sudah Divaksin Covaxin
Inggris menambahkan India homegrown's Covaxin ke dalma daftar vaksin Covid yang memungkinkan perjalanan bebas karantina bagi wisatawan internasional.
TRIBUNNEWS.COM - Inggris menambahkan India homegrown's Covaxin ke dalam daftar vaksin Covid yang memungkinkan perjalanan bebas karantina bagi wisatawan internasional.
Mulai 22 November 2021, semua pelancong yang disuntik dengan tiga vaksin yang disetujui tidak perlu karantina diri saat tiba.
Mereka hanya perlu menunjukkan tes Covid-19 pra-keberangkatan.
Melansir Independent, pemerintah mengatakan akan mengizinkan semua vaksin yang disetujui oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), di antaranya yakni Sinovac, Sinophram dan Covaxin dari India.
Baca juga: Inggris akan Akui Vaksin Sinovac, Sinopharm dan Covaxin
Baca juga: 5 FAKTA Covaxin, Vaksin Covid-19 dari India yang Baru Saja Disetujui WHO untuk Penggunaan Darurat
Setidaknya satu miliar dosis dari tiga suntikan Covid telah dipasok ke negara-negara di seluruh dunia.
“Sebaliknya, mereka hanya akan diminta untuk mengambil satu tes pasca kedatangan dan tes PCR gratis konfirmasi jika mereka dinyatakan positif,” kata pemerintah Inggris dalam rilisnya.
Persetujuan untuk vaksin yang dibuat oleh perusahaan farmasi India Bharat Biotech datang setelah WHO mengeluarkan daftar penggunaan darurat untuk Covaxin pada 3 November setelah banyak penundaan.
Badan kesehatan meminta lebih banyak data bulan lalu untuk menyetujui jab tersebut.
Covaxin disetujui di India pada bulan Januari bahkan saat masih dalam tahap ketiga uji klinis, memicu kekhawatiran dan kritik di antara para ahli kesehatan.
Bharat Biotech sejak itu menerbitkan data, mengkonfirmasikan 78 persen kemanjuran dari tusukan terhadap Covid-19.
Baca juga: WHO Setujui Penggunaan Vaksin Covid-19 Covaxin Buatan India, Efikasi 78%
Baca juga: WHO Setujui Penggunaan Vaksin Covid-19 Covaxin Buatan India, Efikasi 78 Persen
Pedoman perjalanan Inggris
Pada 4 Oktober, pemerintah Inggris mengubah pedoman perjalanan luar negerinya untuk menyetujui AstraZeneca versi India, yang dikenal sebagai Covishield, setelah sebelumnya menolak untuk mengakui pukulan tersebut, memicu badai protes dari India.
Covaxin dan Covishield adalah dua vaksin utama yang digunakan di India untuk inokulasi.
Alex Ellis, Komisaris Tinggi Inggris untuk India, menyebut pengumuman itu sebagai “kabar baik bagi para pelancong India” dalam sebuah cuitan Twitter.
“Kabar baik lainnya untuk pelancong India ke Inggris. Mulai 22 November, pelancong yang divaksinasi penuh dengan vaksin COVID19 yang diakui oleh WHO untuk Daftar Penggunaan Darurat, termasuk Covaxin, tidak perlu mengisolasi diri; jadi bergabunglah dengan mereka yang divaksinasi lengkap dengan Covishield ,” kata Ellis.
Berita lain terkait Vaksinasi Covid
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/covaxin-bharat-biotech.jpg)