Breaking News:

Lakukan Perubahan UUD, PM Jepang Berjanji Akan Mendengar Suara Buruh

PM Jepang ke-101 Fumio Kishida dalam jumpa persnya kemarin malam (10/2021) berjanji akan mendengarkan suara buruh.

Richard Susilo
PM Jepang Fumio Kishida. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  PM Jepang ke-101 Fumio Kishida dalam jumpa persnya kemarin malam (10/2021) berjanji akan mendengarkan suara buruh.

PM Kishida juga menjelaskan mengapa dilakukan perubahan UUD Jepang.

“Kapitalisme baru yang saya bicarakan adalah menumbuhkan ekonomi dan mendistribusikan hasil pertumbuhan itu kepada setiap orang yang bekerja di lapangan di berbagai daerah sehingga mereka dapat merasakan kekayaan hidup mereka," papar PM Kishida.

Ide dasarnya adalah untuk mewujudkan siklus pertumbuhan dan distribusi yang baik dengan menghubungkannya dengan konsumsi.

"Oleh karena itu, untuk mewujudkan siklus yang baik ini, kita harus berkeringat, baik di daerah dan di tempat kita berada. Demikian pula kita harus melanjutkan kebijakan yang sebenarnya sambil mendengarkan dengan seksama suara-suara buruh."

PM Kishida menilai penting untuk mendengarkan suara serikat pekerja dan orang-orang yang bekerja di lapangan sebagai suara rakyat, dan untuk mempromosikan politik yang sopan dan toleran.

"Kami akan mempromosikan politik yang toleran dan sopan sambil berdialog dengan semua orang yang bekerja. Saya ingin menghadapi ini sambil menghargai sikap ini.”

Selainjutnya PM Kishida menjelaskan alasannya untuk merevisi Konstitusi (UUD). 

“Tentu ada organisasi di Partai Demokrat Liberal (LDP) yang membahas amandemen konstitusi, tetapi setelah dimulainya kabinet baru dan hasil pemilihan DPR ini, kami akan lebih antusias dengan amandemen konstitusi. Kami harus bekerja pada itu. Saya pikir suara-suara ini tumbuh di dalam partai.”

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved