APEC 2021
Peringatkan Potensi Kembali ke Era Perang Dingin, Presiden China Ajak Kerja Sama di Asia Pasifik
Presidn China Xi Jinping ingatkan agar tidak kembali ke era Perang Dingin di Asia Pasifik dan mengajak negara-negara bekerja sama
TRIBUNNEWS.COM, WELLINGTON - Presiden China Xi Jinping memperingatkan agar tidak kembali ke ketegangan era Perang Dingin di Asia-Pasifik.
Xi mengatakan semua negara di kawasan itu harus bekerja sama dalam menghadapi tantangan bersama.
Ia mendesak kerja sama yang lebih besar dalam pemulihan pandemi dan perubahan iklim.
"Upaya membentuk kelompok ideologis atau kelompok kecil dengan alasan geo-politik pasti akan gagal," katanya dalam konferensi bisnis virtual di sela-sela KTT Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC), Kamis (11/11/2021).
"Wilayah Asia-Pasifik tidak dapat dan tidak boleh terulang kembali ke dalam konfrontasi dan perpecahan era Perang Dingin," ujarnya.
Baca juga: Presiden Cina Xi Jinping Diperkirakan Jalani Masa Jabatan Ketiga
Baca juga: Presiden AS Joe Biden dan Presiden China Xi Jinping Bertemu Secara Virtual Sebelum Akhir Tahun
Pemimpin China menyerukan upaya bersama untuk menutup kesenjangan imunisasi, dan membuat vaksin Covid-19 lebih mudah diakses oleh negara-negara berkembang.
"Kita harus membuat konsensus bahwa vaksin adalah barang publik global ke dalam tindakan nyata untuk memastikan distribusi yang adil dan merata," katanya kepada KTT yang diselenggarakan di Selandia Baru.
Xi mengatakan negara-negara harus meningkatkan kerja sama dalam penelitian, produksi, pengujian, dan saling pengakuan vaksin, agar keluar dari pandemi dan mencapai pemulihan ekonomi yang stabil secepatnya.
Xi berbicara pada saat meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan China terkait masalah Taiwan.
Namun Rabu (10/11/2021), China mengatakan telah mencapai kesepahaman dengan Amerika Serikat pada pertemuan puncak di Glasgow tentang perubahan iklim.
Baca juga: Jokowi Singgung Ketimpangan Vaksinasi di Dunia dalam KTT Informal APEC
Baca juga: Presiden China Xi Jinping Bersumpah Lakukan Penyatuan Kembali dengan Taiwan
Xi tidak menyebutkan kesepakatan AS secara langsung. Tetapi ia mengatakan, semua dapat melanjutkan pembangunan ramah lingkungan (hijau) dan rendah karbon.
"China akan tetap berkomitmen untuk mempromosikan kerja sama yang saling menguntungkan dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi kawasan Asia-Pasifik,” ujarnya.
Kesepakatan pemanasan global muncul menjelang pembicaraan virtual yang diharapkan antara Xi dan Presiden AS Joe Biden, yang dilaporkan akan diadakan paling cepat minggu depan.
Kesepakatan dan rencana pertemuan itu juga terjadi pada saat ketegangan meningkat di Asia-Pasifik.
Beijing telah meningkatkan kegiatan militer di dekat Taiwan, yang diklaim China sebagai bagian darinya.
Baca juga: China dan AS Sepakat Tingkatkan Kerja Sama untuk Atasi Perubahan Iklim
Baca juga: WHO: Banyak Negara Prioritaskan Kesehatan dan Perubahan Iklim, Tapi Minim Dana untuk Aksi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/perang-dingin.jpg)