Breaking News:

Virus Corona

WHO: Kasus Virus Corona Menurun di Mana-mana Kecuali Eropa

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa kematian akibat virus corona naik 10 persen di Eropa dalam sepekan terakhir, Rabu (10/11/2021).

Freepik
Ilustrasi virus corona. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa kematian akibat virus corona naik 10 persen di Eropa dalam sepekan terakhir, Rabu (10/11/2021). 

TRIBUNNEWS.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa kematian akibat virus corona naik 10 persen di Eropa dalam sepekan terakhir, Rabu (10/11/2021).

Hal itu menjadikan Eropa satu-satunya wilayah di dunia yang mencatat kenaikkan kematian Covid-19.

Melansir Ap News, dalam laporan mingguannya tentang pandemi, Badan Kesehatan PBB mengatakan ada sekira 3,1 juta kasus baru secara global, meninggal sekira satu persen dari minggu sebelumnya.

Hampir dua pertiga dari infeksi virus corona - 1,9 juta - berada di Eropa, di mana kasus naik tujuh persen.

Baca juga: Bagaimana Respons Uni Eropa atas Krisis di Perbatasan Polandia-Belarus?

Baca juga: Kasus Covid-19 Meningkat, Ini Upaya Negara-negara Eropa Cegah Penyebaran Virus Corona

Negara-negara dengan jumlah kasus baru tertinggi di dunia adalah Amerika Serikat, Rusia, Inggris, Turki, dan Jerman.
Negara-negara dengan jumlah kasus baru tertinggi di dunia adalah Amerika Serikat, Rusia, Inggris, Turki, dan Jerman. (Tangkap Layar worldometers.info)

Negara-negara dengan jumlah kasus baru tertinggi di dunia adalah Amerika Serikat, Rusia, Inggris, Turki, dan Jerman.

Jumlah kematian mingguan COVID-19 turun sekira empat persen di seluruh dunia dan menurun di setiap wilayah kecuali Eropa.

Dari 61 negara yang termasuk dalam wilayah Eropa yang termasuk Rusia dan membentang ke Asia Tengah, 42 persen melaporkan lonjakan kasus setidaknya 10 persen dalam seminggu terakhir.

Baca juga: Dari COP26 Glasgow, Dirjen Agus Justianto: Uni Eropa Harus Konsisten Atas Implementasi Lisensi Flegt

Di Amerika, WHO mengatakan bahwa kasus mingguan baru turun lima persen dan kematian menurun 14 persen, dengan jumlah tertinggi dilaporkan dari Amerika Serikat.

Sementara dii Asia Tenggara dan Afrika, kematian akibat COVID-19 menurun sekitar sepertiga, meskipun kurangnya vaksin di wilayah tersebut.

Direktur WHO Eropa, Dr. Hans Kluge, mengatakan pekan lalu bahwa Eropa sekali lagi “kembali ke pusat pandemi.”

Ia memperingatkan bahwa jika lebih banyak tindakan tidak diambil untuk menghentikan COVID-19, wilayah tersebut dapat mengalami 500.000 kematian lagi pada bulan Februari.

Baca juga: Belarusia Ancam akan Potong Pasokan Gas Eropa di Tengah Meningkatnya Krisis Migran di Perbatasan

Baca juga: Daftar Prestasi Wakil Indonesia di Tur Eropa, Juara Piala Thomas hingga Hylo German Open 2021

Berita lain terkait Virus Corona

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved