Breaking News:

Jepang Bebas Pembatasan Acara Berskala Besar Mulai 19 November 2021

Kebijakan ini tidak menetapkan tanggal kedaluwarsa untuk sertifikat vaksinasi untuk saat ini.

Foto Jiji
Profesor Shigeru Omi, ketua subkomite pengendalian infeksi virus corona pemerintah Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Dalam situasi saat ini di mana corona jauh mulai meredam dan penerapan paket kesehatan (tes PCR dan vaksinasi) tidak diasumsikan, dan berdasarkan fakta bahwa infeksi telah mereda, pemerintah Jepang akan mengizinkan acara berskala besar menjadi penuh dan menghapus pembatasan jumlah orang yang makan dan minum mulai 19 November 2021.

"Bebas semua mulai 19 November 2021 tak ada pembatasan jumlah penonton nantinya," ungkap Profesor Shigeru Omi ketua subkomite pengendalian infeksi virus corona pemerintah Jepang di Markas Besar Penanggulangan Corona yang baru Rabu (17/11/2021).

Sementara Daishiro Yamagiwa, 53, menteri yang bertanggung jawab atas revitalisasi ekonomi, menjelaskan pada konferensi pers setelah subkomite bahwa paket tes PCR dan vaksinasi adalah perangkat yang memungkinkan kegiatan sosial-ekonomi berlanjut bahkan ketika jumlah orang yang baru terinfeksi meningkat.

Di sisi lain, Shigeru Omi, ketua departemen, mengatakan bahwa "mungkin ada penangguhan (sistem)" tergantung pada situasi infeksi.

Kebijakan ini tidak menetapkan tanggal kedaluwarsa untuk sertifikat vaksinasi untuk saat ini.

"Saat menggunakan gambar/copy, kami juga akan memverifikasi identitas Anda dengan identitas diri."

Tes PCR direkomendasikan untuk tes negatif, dan tanggal kedaluwarsa dalam waktu 3 hari sejak tanggal pengambilan sampel.

Dalam hal tes kualitatif antigen di tempat acara, dan lainnya berlaku dalam waktu 1 hari sejak tanggal tes.

Anak prasekolah di bawah usia 6 tahun tidak perlu diperiksa jika didampingi oleh wali. Diskusi hal ini dapat diikuti pada grup pecinta Jepang lewat email info@tribun.in

Di masa depan, bahkan jika tindakan prioritas seperti keadaan darurat dan pencegahan penyebaran diterapkan.

Hal itu apabila  penyelenggara merumuskan "rencana keselamatan pencegahan infeksi" seperti tidak membuat suara keras tentang acara skala besar, jumlah penonton dapat ditampung.

Mungkin untuk makan dan minum, tidak ada batasan jumlah orang yang bisa makan dan minum di sebuah restoran yang disertifikasi oleh prefektur setempat.

Sejak kemarin (16/11/2021) jumlah terinfeksi di Jepang jauh semakin sedikit sempat mencapai 75 orang per hari se-Jepang tanggal 15 November 2021.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved